Pemkab Trenggalek Siapkan Skema Relokasi untuk 71 KK Terdampak Longsor di Depok Bendungan

Selasa, 3 Juni 2025 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambaran saat petugas membersihkan puing-puing longgar yang terjadi di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Trenggalek menggunakan alat berat.

Gambaran saat petugas membersihkan puing-puing longgar yang terjadi di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Trenggalek menggunakan alat berat.

RagamWarta.com – Tak ingin ada korban jiwa lagi, Pemkab Trenggalek kini tengah menyiapkan langkah relokasi bagi warga Desa Depok yang terdampak bencana tanah longsor pada Senin (19/5/2025) lalu.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan bahwa terdapat 71 kepala keluarga (KK) yang masuk prioritas relokasi. Selain karena terdampak langsung, beberapa di antaranya tinggal di zona rawan longsor.

“Untuk Depok, tanah sudah diusulkan oleh kepala desa. Pemprov juga sudah menyanggupi, seperti kasus-kasus sebelumnya,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Ipin, usai rapat koordinasi di Gedung Bawarasa, Senin (2/6/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Gus Ipin, aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama. Setelah itu baru pertimbangan lokasi yang sesuai dengan pekerjaan korban sebelum mendapatkan relokasi.

“Warga pasti memprioritaskan keselamatan. Yang penting lokasi relokasinya tidak terlalu jauh dari tempat mereka mencari nafkah,” imbuhnya.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa saat ini Pemkab Trenggalek bersama pihak desa masih meninjau kelayakan lahan yang diusulkan.

“Sama seperti kasus di Ngrandu, titik yang diajukan desa kemiringannya masih lebih dari 30–45%. Kalau mau cut and fill, biayanya justru lebih mahal dari bangun rumah baru. Maka kita minta lahannya betul-betul aman dan optimal secara anggaran,” terang Gus Ipin.

Selain relokasi, sejumlah kebutuhan mendesak warga juga menjadi perhatian, seperti ketersediaan air bersih.

Selain itu ada juga patroli malam untuk mengantisipasi longsor susulan. Patroli dinilai penting karena warga masih beraktivitas di sekitar rumah mereka.

Kepala Desa Depok, Sugeng Asmoro membenarkan rencana relokasi tersebut. Menurutnya, saat ini ada satu titik lahan yang sedang diajukan untuk ditelaah lebih lanjut oleh Badan Geologi.

“Sampai sekarang datanya ada sekitar 71 KK. Lima belas di antaranya punya lahan sendiri, sedangkan 57 lainnya akan mengikuti program pemerintah,” jelas Sugeng.

Ia menambahkan, warga yang direlokasi umumnya sudah pasrah dan bersedia pindah demi keselamatan.

“Sekarang saja kalau hujan turun, mereka sudah ketakutan dan memilih mengungsi. Jadi memang tidak ada pilihan lain,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

DPRD Trenggalek Setujui Perda Pemerintahan Desa, Atur Kades hingga Perangkat
Masa Tugas Perangkat Desa Trenggalek Bakal Mengacu SK, DPRD Siapkan Perbup
Evaluasi Data Desil Trenggalek: Komisi IV DPRD Desak Pemutakhiran dan Libatkan Desa
Raperda Pilkades Trenggalek Belum Naikkan Syarat Pendidikan Calon Kades ke SMA, Ini Alasan DPRD
PAPBD 2026 Trenggalek Resmi Jadi Perda, Belanja Modal Naik
DPRD Trenggalek Soroti Kekosongan Jabatan, Minta Segera Diisi
DPRD Trenggalek Soroti Kinerja Pabrik Es PDAU, Tegaskan Pentingnya Kelengkapan Data
APBD Perubahan Trenggalek 2026, DPRD Tambah Anggaran Penanganan Kekeringan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 21:11 WIB

DPRD Trenggalek Setujui Perda Pemerintahan Desa, Atur Kades hingga Perangkat

Rabu, 30 September 2026 - 20:06 WIB

Masa Tugas Perangkat Desa Trenggalek Bakal Mengacu SK, DPRD Siapkan Perbup

Selasa, 15 September 2026 - 20:09 WIB

Evaluasi Data Desil Trenggalek: Komisi IV DPRD Desak Pemutakhiran dan Libatkan Desa

Selasa, 15 September 2026 - 18:03 WIB

Raperda Pilkades Trenggalek Belum Naikkan Syarat Pendidikan Calon Kades ke SMA, Ini Alasan DPRD

Selasa, 8 September 2026 - 17:08 WIB

PAPBD 2026 Trenggalek Resmi Jadi Perda, Belanja Modal Naik

Berita Terbaru