DBHCHT Dongkrak Ekonomi Trenggalek, Dari JKN Gratis hingga Pembangunan Infrastruktur

Selasa, 9 September 2025 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani tembakau di Kecamatan Gandusari Trenggalek tengah melakukan perawatan jelang panen raya. (Foto: Dispertapan Trenggalek)

Petani tembakau di Kecamatan Gandusari Trenggalek tengah melakukan perawatan jelang panen raya. (Foto: Dispertapan Trenggalek)

RagamWarta.com – Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau atau disingkat DBHCHT tahun 2025 membawa dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.

Bagaimana tidak, selain memberikan jaminan kesehatan gratis bagi puluhan ribu warga miskin, dana senilai Rp 32,82 miliar itu juga mampu menggerakkan pembangunan infrastruktur hingga mendukung petani tembakau.

Ternyata, pemanfaatan DBHCHT tahun 2025 di Kabupaten Trenggalek tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga mendorong roda ekonomi masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Trenggalek, Rubianto menjelaskan sebagian anggaran dialokasikan untuk memperbaiki akses jalan menuju pabrik rokok, pavingisasi, serta pengadaan alat mesin pertanian.

“Pembangunan akses jalan ini mempermudah mobilitas karyawan pabrik sekaligus distribusi rokok. Begitu juga bantuan alat mesin pertanian dan kendaraan distribusi yang bisa meningkatkan produktivitas petani tembakau,” kata Rubianto, Senin (8/9/2025).

Dari total Rp 32,82 miliar yang diterima Trenggalek, sektor kesehatan tetap mendapat porsi terbesar yakni Rp 15,17 miliar.

Dana ini digunakan untuk membiayai Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) gratis bagi lebih dari 20 ribu warga miskin yang belum masuk dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI). Anggaran JKN tersebut mencapai Rp 9,2 miliar.

Selain itu, DBHCHT juga dipakai untuk jaminan sosial ketenagakerjaan dan bantuan sosial bagi masyarakat miskin serta rentan dengan nilai Rp 2 miliar.

“Adanya DBHCHT ini menjadi angin segar di tengah efisiensi dan keterbatasan anggaran daerah,” tambah Rubianto.

Rubianto menyebut alokasi DBHCHT di Trenggalek terus meningkat. Tahun 2024 tercatat Rp 26 miliar, kemudian naik menjadi Rp 31 miliar pada 2025, ditambah SILPA Rp 1 miliar dari tahun sebelumnya.

“Secara umum mengalami peningkatan, hanya pernah turun sekali saat pandemi Covid-19, setelah itu terus naik,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli
Bupati Trenggalek dan Istri Pakai Baju Adat Suku Asmat saat Pengibaran Bendera
Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare
Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang
Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG
HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya
Filial Bulog KP Karangsoko Diresmikan Emil Dardak, Siap Perkuat Cadangan Pangan
Dispora Trenggalek Sambangi Juara Internasional MCGG, Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:07 WIB

HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya

Berita Terbaru