Menuju Akhir Tahun, Pendapatan Pariwisata Trenggalek Masih Tertinggal Jauh

Selasa, 9 Desember 2025 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pantai Pasir Putih Karanggongso Trenggalek tiga Minggu yang lalu. (Foto : google guide - Komang Yaniarta)

Suasana pantai Pasir Putih Karanggongso Trenggalek tiga Minggu yang lalu. (Foto : google guide - Komang Yaniarta)

RagamWarta.com – Pendapatan Asli Daerah atau disingkat PAD Trenggalek tahun 2025 ini kelihatannya tidak sesuai ekspektasi. 

Bagaimana tidak, pendapatan disektor pariwisata masih berada di bawah 65 persen atau sekitar Rp 5,9 miliar dari target Rp 9,3 miliar. Padahal saat ini sudah masuk bulan Desember, artinya sisa satu bulan sebelum tutup tahun.

Capaian ini menunjukkan tren penurunan dibanding 2024, ketika target PAD pariwisata dipatok Rp 8,5 miliar namun hanya terealisasi Rp 7,66 miliar. Kondisi serupa kembali terulang tahun ini, bahkan dengan tingkat pencapaian yang lebih rendah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik dan Destinasi Pariwisata Disparbud Trenggalek, Tony Widianto menyebut bahwa situasi tahun ini cukup berat dan kecil kemungkinan target pendapatan bisa terpenuhi. 

“Tahun ini kami targetnya 9,3 miliar, tapi sampai saat ini masih kurang lebih 60 persen. Masih di bawah 65, padahal ini sudah Desember,” ujar Tony saat dikonfirmasi awak media, Senin (8/12/2025).

Menurut Tony, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab sulitnya mendongkrak pendapatan asli daerah terutama di sektor pariwisata.

Pertama, penurunan daya beli wisatawan secara umum membuat kunjungan di berbagai destinasi tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya. 

Dan kedua, kehadiran banyak objek wisata baru di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) seperti Tulungagung, Blitar, hingga Malang ikut menggeser minat wisatawan yang sebelumnya memilih berwisata ke Trenggalek.

“Secara global ada penurunan daya beli wisatawan, kemudian bermunculannya objek-objek baru di JLS yang menjadi daya tarik baru bagi wisatawan,” jelasnya.

Faktor pendukung lainnya seperti cuaca juga menjadi tantangan besar. Apalagi wilayah pesisir selatan Trenggalek yang kerap diguyur hujan saat akhir pekan membuat kunjungan tidak stabil. 

“Cuaca sangat terpengaruh. Kita alami sendiri, Sabtu-Minggu sering kali hujan di pesisir selatan,” katanya.

Dengan waktu yang tersisa hanya beberapa pekan, Tony mengakui bahwa peluang untuk mengejar target sangatlah tipis. 

“Untuk tahun ini saya tidak berani optimis. Dengan kondisi tertinggal beberapa saat ini, apalagi cuacanya masih seperti ini. Ya cuma berdoa, mudah-mudahan di sisa waktu masih ada lonjakan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pesan Ibu Antar Fairuz Jadi Petani Melon Muda di Trenggalek
Pelatihan Telur Asin Rutan Trenggalek, 15 Warga Binaan Dibekali Ilmu Usaha
Uniknya Syarat Nikah di Sambirejo, Calon Pengantin Wajib Lepas Sepasang Burung
Pameran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 Angkat Jejak Pengrajin dan Seni Jaranan Trenggalek
FJTT 2026 Masuk KEN, Kesenian Jaranan Trenggalek Makin Dikenal
Deputi Kemenpar Buka FJTT, Sebut Jaranan Jadi Identitas Khas Trenggalek
Membaca Buku Gratis di Trenggalek, Puluhan Buku Bisa Dinikmati Warga
FJTT 2026 Trenggalek Hadir 7 Hari, Tiket Reguler Gratis

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Pesan Ibu Antar Fairuz Jadi Petani Melon Muda di Trenggalek

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Pelatihan Telur Asin Rutan Trenggalek, 15 Warga Binaan Dibekali Ilmu Usaha

Selasa, 22 September 2026 - 18:05 WIB

Uniknya Syarat Nikah di Sambirejo, Calon Pengantin Wajib Lepas Sepasang Burung

Selasa, 22 September 2026 - 16:07 WIB

Pameran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 Angkat Jejak Pengrajin dan Seni Jaranan Trenggalek

Senin, 21 September 2026 - 15:54 WIB

FJTT 2026 Masuk KEN, Kesenian Jaranan Trenggalek Makin Dikenal

Berita Terbaru