RagamWarta.com – Usai resmi mengantongi lisensi pelatih esports, Wildan Bisri Mustofa yang merupakan Wakil Sekretaris Umum ESI Trenggalek langsung menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat pembinaan.
Program awal yang disiapkan kali ini bakal difokuskan pada kalangan pelajar melalui edukasi dan kompetisi esport berjenjang.
Ia menegaskan, seluruh program yang dirancang akan mengacu pada standar lisensi kepelatihan yang telah diperoleh. Sasaran utamanya adalah sekolah-sekolah, dengan pendekatan edukatif yang menyeluruh.
“Programnya tentu sesuai lisensi. Kami akan menyasar sekolah-sekolah, memberikan edukasi tentang esports kepada siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga wali murid,” jelasnya, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, edukasi menjadi langkah penting untuk meluruskan persepsi tentang esports sekaligus membangun ekosistem yang sehat.
Tidak hanya berhenti pada sosialisasi, ia juga menyiapkan turnamen antar pelajar sebagai ruang kompetitif sekaligus ajang penjaringan talenta muda.
“Kami ingin membuat turnamen antar pelajar untuk mencari bibit unggul sejak dini. Jadi pembinaannya bisa lebih terarah,” tambahnya.
Dalam hal strategi permainan, ia memilih pendekatan yang fleksibel dan tidak membebani atlet muda di tahap awal pembinaan.
“Kalau strategi ya main saja, main lepas tanpa beban. Nanti dilihat saja perkembangannya,” ujarnya.
Meski optimistis, ia tidak menutup mata terhadap tantangan di lapangan. Mayoritas atlet yang dibina masih berstatus pelajar, sehingga faktor usia dan perizinan orang tua kerap menjadi kendala.
“Kendala mungkin terkait usia. Karena banyak yang masih sekolah, jadi soal izin orang tua kadang sedikit sulit. Dari sini kita pelan-pelan memberikan pemahaman,” terangnya.
Pengalaman tahun sebelumnya menjadi modal kepercayaan diri. Ia menyebut pada 2025 lalu ada atlet binaannya yang berhasil menembus kompetisi luar negeri.
Bahkan, beberapa di antaranya telah menandatangani kontrak dengan tim profesional dan dipinjam daerah lain.
“Tahun 2025 kemarin atlet kami ada yang tembus ke luar negeri. Ada juga yang sudah kontrak dengan tim profesional, bahkan dipinjam daerah lain. Saya masih sangat percaya diri dengan atlet esports Trenggalek,” tegasnya.
Ia menilai kemampuan teknis atlet daerah sudah cukup mumpuni untuk bersaing. Hanya saja, aspek kedisiplinan perlu terus diperkuat agar mampu konsisten di level yang lebih tinggi.
“Mungkin yang perlu ditingkatkan tinggal kedisiplinan saja,” pungkasnya optimistis.






