Dokter Spesialis Jantung Trenggalek Tangani 200 Pasien, DPRD Dorong Penambahan SDM

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana rapat kerja Komisi IV DPRD Trenggalek dengan Direksi RSUD dr. Soedomo Trenggalek dengan agenda evaluasi pelayanan rumah sakit, Rabu (20/5/2026).

Suasana rapat kerja Komisi IV DPRD Trenggalek dengan Direksi RSUD dr. Soedomo Trenggalek dengan agenda evaluasi pelayanan rumah sakit, Rabu (20/5/2026).

RagamWarta.com – Komisi IV DPRD Trenggalek soroti tingginya beban pelayanan di poli spesialis jantung RSUD dr. Soedomo. Bagaimana tidak, satu dokter spesialis jantung Trenggalek harus tangani lebih dari 200 pasien dalam sehari.

Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin menilai kondisi tersebut sudah tidak ideal dan berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan kepada pasien.

“Pelayanan yang ada di rumah sakit, utamanya terkait poli spesialis jantung, ini luar biasa. Pasiennya sampai 200 lebih dan didiagnosa oleh satu dokter. Pelayanan bahkan sampai jam 1 malam,” ujarnya usai rapat evaluasi, Rabu (20/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Sukarodin, seorang dokter yang harus menangani ratusan pasien dalam sehari tentu menghadapi tekanan besar saat melakukan diagnosis medis.

“Seorang dokter mendiagnosa 200 lebih pasien itu enggak masuk akal. Untuk itu permasalahan ini wajib diselesaikan dengan penambahan SDM,” katanya.

Ia menjelaskan, idealnya satu dokter spesialis maksimal menangani sekitar 40 pasien dalam sehari agar pemeriksaan dapat dilakukan lebih optimal dan akurat.

“Kalau pasien di atas 40 orang, dokter spesialisnya harus dua. Kalau lebih dari 90 ya tiga dokter. Kalau ada satu dokter sampai menangani 200 pasien sehari, berarti idealnya harus ada empat dokter spesialis di poli tersebut,” tegasnya.

DPRD Trenggalek Usulkan Penambahan Dokter via MoU

Sukarodin mendorong RSUD dr. Soedomo Trenggalek segera menambah dokter spesialis, khususnya pada poli dengan jumlah pasien tinggi seperti poli jantung.

Salah satu opsi yang didorong yakni kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) apabila rekrutmen ASN belum memungkinkan.

“Kalau belum bisa cari ASN, ya tentu bisa MoU. Nanti dibiayai melalui BLUD,” jelas Sukarodin.

Menurutnya, penambahan dokter spesialis perlu menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan pasien.

Ia juga meminta pemerintah daerah berani memberikan insentif lebih besar agar dokter spesialis tertarik datang ke Trenggalek.

“Ada istilah ada gula ada semut. Kalau manis kurang ya ditambahi gulanya. Bila perlu ya manis sekali biar semutnya datang,” pungkasnya.

Berita Terkait

DPRD Trenggalek Setujui Perda Pemerintahan Desa, Atur Kades hingga Perangkat
Masa Tugas Perangkat Desa Trenggalek Bakal Mengacu SK, DPRD Siapkan Perbup
Guru PPG Prajab Belum Terdata Dapodik, DPRD Trenggalek Bantu Tagih Janji Kementerian
Evaluasi Data Desil Trenggalek: Komisi IV DPRD Desak Pemutakhiran dan Libatkan Desa
Raperda Pilkades Trenggalek Belum Naikkan Syarat Pendidikan Calon Kades ke SMA, Ini Alasan DPRD
Tunggakan Biaya Rumah Sakit Rosmini Berpeluang Dibebaskan
Polemik Perubahan Desil, DPRD Trenggalek Dorong Pemutakhiran Data Lewat Musdes
PAPBD 2026 Trenggalek Resmi Jadi Perda, Belanja Modal Naik

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 21:11 WIB

DPRD Trenggalek Setujui Perda Pemerintahan Desa, Atur Kades hingga Perangkat

Rabu, 30 September 2026 - 20:06 WIB

Masa Tugas Perangkat Desa Trenggalek Bakal Mengacu SK, DPRD Siapkan Perbup

Kamis, 24 September 2026 - 15:05 WIB

Guru PPG Prajab Belum Terdata Dapodik, DPRD Trenggalek Bantu Tagih Janji Kementerian

Selasa, 15 September 2026 - 20:09 WIB

Evaluasi Data Desil Trenggalek: Komisi IV DPRD Desak Pemutakhiran dan Libatkan Desa

Selasa, 15 September 2026 - 18:03 WIB

Raperda Pilkades Trenggalek Belum Naikkan Syarat Pendidikan Calon Kades ke SMA, Ini Alasan DPRD

Berita Terbaru