RagamWarta.com – Perubahan nama Bank Perekonomian Rakyat Jwalita jadi Bank Trenggalek resmi disahkan oleh DPRD melalui persetujuan perubahan nomenklatur.
Bersamaan dengan itu, DPRD juga menyetujui penyertaan modal sebesar Rp10 miliar yang akan diberikan secara bertahap untuk memperkuat peran bank daerah dalam mendukung perekonomian masyarakat.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi mengatakan perubahan nomenklatur tersebut merupakan bagian dari penyesuaian regulasi sekaligus upaya memperkuat identitas bank milik daerah agar semakin dikenal masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rapat yang sama, DPRD menyetujui penyertaan modal sebesar Rp10 miliar untuk Bank Perekonomian Rakyat Jwalita. Dana tersebut akan dicairkan secara bertahap, masing-masing Rp5 miliar pada tahun 2027 dan Rp5 miliar pada tahun 2028.
“Kami menyetujui penyertaan modal sebesar Rp10 miliar yang akan diberikan secara bertahap,” ujar Doding usai pimpin rapat, Selasa (26/5/2026).
Penguatan permodalan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas usaha bank daerah, tetapi juga mendukung perluasan akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Harapannya, dengan tambahan modal ini, ekspansi kredit bisa meningkat dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelas politisi PDIP tersebut.
Perkuat Identitas Bank Trenggalek
Selain perubahan nama, DPRD juga mendorong penguatan identitas dan branding bank daerah agar lebih dekat dengan masyarakat.
Salah satu gagasan yang muncul adalah memanfaatkan nama “Bank Trenggalek” sebagai identitas promosi sehingga keberadaan bank daerah semakin mudah dikenali publik.
DPRD menilai penguatan citra lembaga penting dilakukan seiring meningkatnya peran bank daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal.
Kinerja Positif Jadi Dasar Penguatan Modal
Doding mengungkapkan, persetujuan penyertaan modal juga didasarkan pada kinerja BPR. Jwalita yang dinilai konsisten memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“BPR Jwalita menunjukkan progres bisnis yang sangat baik dan menjadi penyumbang dividen terbesar di antara BUMD lainnya,” tegas Doding Rahmadi.
Dengan dukungan tambahan modal dan penguatan strategi bisnis, DPRD Trenggalek optimistis Bank Trenggalek mampu meningkatkan laba perusahaan sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap PAD.
“Ke depan kami berharap setoran dividen bisa lebih besar dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” tandasnya.






