SSB Prigi Shrimp Army Kaget Data Pemain Berubah, Askab Trenggalek Akui Kesalahan

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anjar Priadi Putra selaku pemilik SSB Prigi Shrimp Army saat dikonfirmasi awak media

Anjar Priadi Putra selaku pemilik SSB Prigi Shrimp Army saat dikonfirmasi awak media

RagamWarta.com – Piala Soeratin 2026 di Trenggalek diwarnai kekecewaan dari SSB Prigi Shrimp Army. Owner klub Anjar Priadi Putra lontarkan kritik pedas ke Askab PSSI Trenggalek.

Dari minimnya pendampingan hingga menyoroti pengelolaan aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi PSSI (SIAP) yang dinilai merugikan timnya.

Kekecewaan itu disampaikan Anjar saat ditemui awak media di sela pelaksanaan Piala Soeratin 2026 di Stadion Menak Sopal, pada Kamis (26/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Anjar, sejumlah pemain yang sebelumnya tercatat dalam database SSB Prigi Shrimp Army di aplikasi SIAP tiba-tiba tidak lagi terdaftar tanpa adanya pemberitahuan maupun koordinasi dari pihak terkait.

“Pemain kami yang seharusnya hari ini bisa mewakili kami di U-15 justru dikeluarkan dari aplikasi SIAP dari database kami sehingga itu bukan lagi menjadi pemain kami tanpa sepengetahuan dan tanpa koordinasi sama sekali dengan kami,” ujarnya.

Menurut Anjar, persoalan tersebut sudah ditanyakan kepada pihak Askab sejak Mei 2025. Namun hingga kini ia mengaku belum mendapatkan penjelasan yang memuaskan.

“Saya sudah meminta penjelasan ini sejak tanggal 7 Mei 2025. Sampai sekarang penjelasan sama sekali tidak ada,” katanya.

Anjar menjelaskan, aplikasi SIAP merupakan sistem resmi PSSI yang digunakan untuk mendata pemain dan klub. Data dalam aplikasi tersebut menjadi salah satu dasar administrasi dalam berbagai kompetisi resmi sepak bola.

Karena itu, ia menilai pengelolaan aplikasi tersebut seharusnya menjadi hak masing-masing SSB, bukan dikelola oleh pihak lain tanpa koordinasi yang jelas.

Menurut Anjar, persoalan tersebut sudah ditanyakan kepada pihak Askab sejak Mei 2025. Namun hingga kini ia mengaku belum mendapatkan penjelasan yang memuaskan.

“Saya sudah meminta penjelasan ini sejak tanggal 7 Mei 2025. Sampai sekarang penjelasan sama sekali tidak ada,” katanya.

Anjar menjelaskan, aplikasi SIAP merupakan sistem resmi PSSI yang digunakan untuk mendata pemain dan klub. Data dalam aplikasi tersebut menjadi salah satu dasar administrasi dalam berbagai kompetisi resmi sepak bola.

Karena itu, ia menilai pengelolaan aplikasi tersebut seharusnya menjadi hak masing-masing SSB, bukan dikelola oleh pihak lain tanpa koordinasi yang jelas.

Pembinaan Askab PSSI Trenggalek Dinilai Belum Maksimal

Selain menyoroti aplikasi SIAP, Anjar juga mempertanyakan peran Askab dalam mendampingi sekolah sepak bola di Trenggalek.

Menurutnya, pendampingan yang dibutuhkan bukan sekadar bantuan perlengkapan, melainkan pembinaan yang berkelanjutan.

“Menurut kami sejauh ini belum ada kontribusi yang nyata yang dilakukan oleh Askab kepada Prigi Shrimp Army. Kami hanya mendapatkan bantuan bola, tetapi yang kami harapkan sebenarnya lebih kepada pendampingan,” tuturnya.

Ia menilai pendampingan tersebut penting, termasuk dalam memberikan edukasi mengenai pengelolaan aplikasi SIAP agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Anjar juga menyoroti rendahnya partisipasi tim dalam Piala Suratin tahun ini. Dari sekitar 20 hingga 25 sekolah sepak bola yang ada di Trenggalek, hanya lima tim yang mengikuti kategori U-15 dan delapan tim di kategori U-13.

“Ini tentu perlu evaluasi besar. Kenapa hanya sekian tim yang bisa hadir di sini, padahal SSB di Trenggalek cukup banyak,” katanya.

Menurut dia, Askab perlu memiliki arah pembinaan yang lebih jelas agar sekolah sepak bola di tingkat grassroot dapat berkembang secara berkelanjutan.

Askab Akui Kesalahan Pengelolaan Akun SIAP

Wakil Sekretaris sekaligus Admin Askab Trenggalek, Bima Wahyu Ramadhani

Menanggapi kritik tersebut, Wakil Sekretaris sekaligus Admin Askab Trenggalek Bima Wahyu Ramadhani mengakui adanya kesalahan dalam pengelolaan aplikasi SIAP.

Ia menjelaskan, saat aplikasi SIAP mulai diterapkan, tidak semua tim siap mengoperasikannya secara mandiri. Karena itu, pengelolaan akun banyak dilakukan melalui Askab.

Namun Bima mengakui dirinya ikut campur dalam pengelolaan akun milik beberapa tim, termasuk terkait data pemain.

“Itu kembali lagi merupakan kesalahan saya pribadi sebagai admin Askab dan juga memiliki akun dari Slim Army. Itu kesalahan saya mencampuri hak mereka,” ujarnya.

Bima mengatakan pihaknya akan melakukan perbaikan agar hak pengelolaan akun sepenuhnya berada di tangan masing-masing tim.

“Mungkin secara pribadi maupun organisasi saya akan meminta maaf secara resmi kepada tim Slim Army karena telah ikut campur terhadap hak mereka memegang aplikasi SIAP,” katanya.

Perlu diketahui, hingga saat aat ini baru enam tim di Trenggalek yang telah terdaftar dalam aplikasi SIAP dari total sekitar 32 tim yang tercatat di Askab.

Ke depan, Askab berencana membuka beberapa gelombang pendaftaran dan meningkatkan sosialisasi agar lebih banyak sekolah sepak bola dapat mengakses sistem secara mandiri.

Berita Terkait

Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli
Bupati Trenggalek dan Istri Pakai Baju Adat Suku Asmat saat Pengibaran Bendera
Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare
Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang
Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG
HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya
Filial Bulog KP Karangsoko Diresmikan Emil Dardak, Siap Perkuat Cadangan Pangan
Dispora Trenggalek Sambangi Juara Internasional MCGG, Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:07 WIB

HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya

Berita Terbaru