RagamWarta.com – SDN 3 Karangturi menjadi satu-satunya sekolah dasar negeri di Trenggalek yang belum memperoleh siswa baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek yang kini mulai melakukan evaluasi terhadap sekolah-sekolah dengan jumlah peserta didik baru minim.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Agus Dwi Karyanto mengatakan evaluasi dilakukan bersamaan dengan monitoring pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung pada 13–17 Juli 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada jenjang SD memang ada satu sekolah yang belum mendapatkan siswa baru, yaitu SDN 3 Karangturi. Selain itu ada juga beberapa sekolah yang hanya menerima dua hingga kurang dari lima siswa,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Menurut Agus, minimnya jumlah peserta didik baru bukan hanya terjadi di sekolah dasar. Pada jenjang SMP negeri juga masih terdapat sekitar tiga sekolah yang menerima kurang dari 10 siswa baru.
Ia menjelaskan, fenomena tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Selain jumlah anak usia sekolah yang terus menurun akibat penurunan angka kelahiran, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan lembaga pendidikan, termasuk sekolah swasta.
“Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah potensi calon murid yang menurun karena tingkat kelahiran anak yang berkurang. Selain itu, semakin banyaknya lembaga pendidikan, termasuk sekolah swasta, membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan sehingga persaingan juga terjadi,” jelasnya.
Meski demikian, Agus optimistis sekolah negeri tetap mampu meningkatkan daya saing melalui berbagai pembenahan kualitas layanan pendidikan.
“Yang terpenting kami yakin sekolah negeri akan terus melakukan perbaikan agar semakin diminati masyarakat dan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas,” tegasnya.
Sementara itu, di tengah adanya sekolah yang kekurangan peserta didik baru, pelaksanaan MPLS di seluruh satuan pendidikan di Trenggalek dipastikan berjalan aman dan lancar.
Dinas Pendidikan Trenggalek telah melakukan monitoring sejak hari pertama untuk memastikan seluruh kegiatan berlangsung sesuai ketentuan.
“Alhamdulillah dari kemarin kami sudah melakukan monitoring ke berbagai sekolah dan semuanya berjalan aman, lancar, serta seluruh kegiatan yang telah dijadwalkan oleh masing-masing satuan pendidikan dapat dilaksanakan dengan baik,” pungkas Agus.






