RagamWarta.com – Kebakaran hutan Cakul Trenggalek membakar sekitar 1 hektare kawasan hutan di Desa Cakul, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek. Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, Perhutani, dan masyarakat sigap melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas ke kawasan hutan lainnya.
Kebakaran tersebut diketahui setelah warga setempat melihat adanya titik api sekitar pukul 12.00 WIB. Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Dongko bersama Koramil, BPBD, Perhutani, dan masyarakat langsung bergerak menuju lokasi yang berada di petak 6 C.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya melalui Kapolsek Dongko AKP Jotomo mengatakan, petugas segera melakukan penanganan setelah memperoleh informasi mengenai munculnya titik api di kawasan hutan Desa Cakul.
Menurutnya, luas lahan yang terdampak kebakaran hutan Cakul diperkirakan mencapai kurang lebih 1 hektare. Vegetasi yang terbakar terdiri dari pohon pinus, tanaman cengkeh, serta semak belukar yang berada di sekitar lokasi.
Kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Kawasan hutan yang terbakar berada di wilayah perbukitan dengan kontur cukup curam sehingga petugas harus melakukan penanganan secara hati-hati.
Pemadaman dilakukan secara manual menggunakan gebyok. Selain memadamkan titik api secara langsung, petugas juga membuat sekat di sekitar area terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk menghambat pergerakan api sekaligus mencegah munculnya titik api baru.
Upaya petugas gabungan akhirnya membuahkan hasil. Setelah berjibaku melakukan pemadaman di tengah kondisi medan yang cukup sulit, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 14.15 WIB.
Kebakaran hutan Cakul Trenggalek dipicu kondisi kering
Kepolisian mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan Cakul maupun kebakaran lahan di wilayah lainnya. Memasuki musim kemarau, kondisi cuaca yang panas dan kering membuat vegetasi lebih mudah terbakar.
Kondisi tersebut juga dapat membuat api lebih cepat merambat apabila tidak segera dilakukan penanganan. Karena itu, masyarakat diminta berhati-hati ketika melakukan aktivitas di sekitar kawasan hutan maupun lahan yang memiliki vegetasi kering.
Warga juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api. Informasi yang disampaikan sejak awal dapat mempercepat proses penanganan sehingga kebakaran tidak semakin meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Kepolisian menyediakan beberapa saluran pelaporan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Warga dapat menyampaikan informasi kepada Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing atau menghubungi call center 110 untuk mendapatkan penanganan dari petugas.
Peristiwa kebakaran hutan Cakul Trenggalek ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama selama musim kemarau. Kondisi hutan yang kering ditambah cuaca panas membuat potensi kebakaran meningkat sehingga pencegahan perlu dilakukan sejak dini.
Sinergi antara kepolisian, TNI, BPBD, Perhutani, pemerintah desa, dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran hutan. Respons cepat terhadap laporan warga terbukti membantu petugas mengendalikan api sebelum meluas ke kawasan yang lebih besar.
Masyarakat diharapkan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan kering. Jika menemukan asap atau titik api, warga diminta segera melapor agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin.






