Kebakaran Sekolah Jatiprahu, 2 Gudang Terbakar dan Berhasil Dipadamkan

Minggu, 6 September 2026 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua ruangan gudang di kompleks TK Dharma Wanita 1 Jatiprahu, Kecamatan Karangan, Trenggalek, terbakar pada Sabtu (5/9/2026).

Dua ruangan gudang di kompleks TK Dharma Wanita 1 Jatiprahu, Kecamatan Karangan, Trenggalek, terbakar pada Sabtu (5/9/2026).

RagamWarta.com – Kebakaran sekolah Jatiprahu Trenggalek terjadi di kompleks TK Dharma Wanita 1 Jatiprahu, Kecamatan Karangan, Sabtu (5/9/2026) sore. Dua ruangan yang digunakan sebagai gudang terbakar setelah api dari aktivitas pembakaran di belakang sekolah diduga merambat ke bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara kerugian material diperkirakan mencapai Rp10 juta.

 

Kompleks TK Dharma Wanita 1 Jatiprahu berada satu lokasi dengan SDN 1 Jatiprahu. Bagian bangunan yang terdampak kebakaran bukan merupakan ruang utama untuk kegiatan belajar mengajar, melainkan digunakan sebagai tempat penyimpanan atau gudang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kronologi kebakaran sekolah Jatiprahu

 

Sebelum api membesar, pesuruh sekolah bernama Febri melakukan pembakaran ketela atau singkong di belakang sekolah sekitar pukul 16.00 WIB. Aktivitas tersebut dilakukan bersama sejumlah anak di sekitar lokasi.

 

Area pembakaran berada di belakang kompleks sekolah yang berbatasan langsung dengan persawahan. Setelah singkong selesai dibakar, Febri bersama anak-anak kemudian menyantap hasil bakaran tersebut.

 

Febri mengaku setelah kegiatan selesai dirinya meninggalkan lokasi karena mengira api yang digunakan untuk membakar singkong sudah benar-benar padam.

 

“Sekitar pukul 16.00 WIB saya membakar singkong bersama anak-anak di belakang sekolah. Setelah selesai, kami makan bersama, kemudian saya pulang karena api saya kira sudah mati,” ujar Febri.

 

Sekitar pukul 17.30 WIB, seorang warga yang baru pulang dari sawah melihat asap dan kobaran api dari arah kompleks sekolah. Warga kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kejadian sekaligus berupaya melakukan pemadaman secara gotong royong.

 

Warga menggunakan selang air yang tersedia di sekitar lokasi untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas. Laporan kepada petugas pemadam kebakaran kemudian dilakukan setelah kondisi kebakaran diketahui.

 

Febri mengatakan, informasi mengenai api yang sudah mengenai bangunan sekolah pertama kali diketahui dari warga yang berada di area persawahan.

 

“Yang pertama mengetahui kebakaran adalah warga yang berada di sawah. Setelah itu warga ikut membantu memadamkan api, kemudian kami menghubungi Damkar,” katanya.

 

Berdasarkan laporan Damkar Trenggalek, aduan kebakaran diterima pada pukul 17.54 WIB. Petugas kemudian berangkat menuju lokasi pada pukul 17.59 WIB dan tiba sekitar pukul 18.05 WIB.

 

Sebanyak tujuh personel Damkar Trenggalek dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Petugas menggunakan satu unit mobil pompa pemadam kebakaran dan langsung melakukan pemadaman terhadap bangunan yang terbakar.

 

Petugas kemudian melanjutkan proses pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Operasi pemadaman dan pembasahan dinyatakan selesai pada pukul 18.50 WIB.

 

Dalam penanganan tersebut, petugas Damkar Trenggalek menggunakan sekitar 4.000 liter air. Setelah proses pemadaman selesai, petugas melakukan pengecekan peralatan sebelum meninggalkan lokasi.

 

Bangunan yang terdampak memiliki ukuran sekitar 5 x 3 meter. Dua ruangan gudang mengalami dampak kebakaran, tetapi api tidak sampai meluas dan menghanguskan seluruh kompleks sekolah.

 

Damkar Trenggalek menduga kebakaran terjadi akibat kelalaian dalam aktivitas pembakaran. Api diduga merambat dari area pembakaran melalui pelepah pisang yang kering dan tertiup angin hingga mencapai bangunan sekolah.

 

Peristiwa kebakaran sekolah Jatiprahu tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta.

 

Meski dua ruangan gudang terdampak, aset gedung sekolah dengan nilai lebih dari Rp120 juta berhasil diselamatkan. Penanganan cepat petugas pemadam bersama warga juga membuat api tidak semakin meluas ke bangunan lain yang berada di kompleks sekolah.

 

Damkar Trenggalek menyebut faktor utama dalam kejadian tersebut diduga berkaitan dengan kelalaian saat melakukan pembakaran. Masyarakat diimbau berhati-hati ketika melakukan pembakaran di area yang berdekatan dengan bangunan, terutama saat terdapat material kering yang mudah terbakar.

 

Peristiwa kebakaran sekolah yang berada di Jatiprahu ini menjadi pengingat agar aktivitas pembakaran di sekitar lingkungan sekolah maupun permukiman selalu diawasi sampai api benar-benar padam dan tidak meninggalkan bara yang berpotensi memicu kebakaran.

Berita Terkait

Operasi Tumpas Narkoba di Trenggalek Berhasil Bongkar 9 Kasus, 12 Tersangka Diamankan
Pencurian Kotak Amal Trenggalek, Polisi Duga Pelaku Gunakan Pelat Nomor Palsu
Musim Kemarau Tiba, BPBD Trenggalek Mulai Suplai Air Bersih ke Warga Panggul
Cemburu Buta, Pria di Trenggalek Tikam Perawat Usai Bahas Dugaan Perselingkuhan
Suami Istri Curi Motor, Kapolres Trenggalek: Beraksi di Area Persawahan Korbannya Petani
Penemuan Bayi di Desa Banaran, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan
Lahan di Desa Gayam Panggul Kebakaran, Puntung Rokok yang Disalahkan
Perampas Kalung di Trenggalek Berhasil Ditangkap Polisi

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 13:36 WIB

Kebakaran Sekolah Jatiprahu, 2 Gudang Terbakar dan Berhasil Dipadamkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Operasi Tumpas Narkoba di Trenggalek Berhasil Bongkar 9 Kasus, 12 Tersangka Diamankan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Pencurian Kotak Amal Trenggalek, Polisi Duga Pelaku Gunakan Pelat Nomor Palsu

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:03 WIB

Musim Kemarau Tiba, BPBD Trenggalek Mulai Suplai Air Bersih ke Warga Panggul

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:07 WIB

Cemburu Buta, Pria di Trenggalek Tikam Perawat Usai Bahas Dugaan Perselingkuhan

Berita Terbaru