Angka Perceraian 15 persen, Bupati Trenggalek Launching Program Desa SAFE4C

Senin, 8 Agustus 2022 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAGAMWARTA – Program Desa Nol Perkawinan Anak dan Desa SAFE4C (Safe and Friendly Environment for Children) resmi di luncurkan Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin, Senin (8/8/2022).

Bertempat di Pendopo Manggala Praja Nugraha, program SAFE4C di luncurkan bertepatan dengan Peringatan Hari Anak Nasional. Program SAFE4C ditujukan untuk membentuk layanan anak yang terintegratif di tingkat desa, sehingga memastikan bahwa upaya pencegahan kekerasan dapat dilakukan dari unit yang paling kecil.

Disampaikan Gus Ipin sapaan Bupati Trenggalek bahwa Nol desa perkawinan anak adalah komitmen Pemerintah untuk menekan perkawinan anak dengan pencanangan Nol Desa Perkawinan Anak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jadi dalam pelaksanaannya, desa yang punya catatan perkawinan anak cukup tinggi akan di lombakan. Kemudian nanti akan di beri hadiah.

“Desa juga menjadi salah satu langkah menekan angka perkawinan anak, pasalnya kondisi saat ini ada sekitar 15 persen. Artinya masih cukup tinggi, meskipun aturan yang baru masih banyak belum dipahami oleh masyarakat, yang dulu perempuan 16 tahun sudah diperbolehkan menikah dan kini menjadi 19 tahun,” ungkapnya.

Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin libatkan remaja desa tekan angka pernikahan dini dalam Program Desa SAFE4C

Menurut Arifin, hal ini juga perlu disosialisasikan. Oleh karena itu dalam kegiatan kali ini ada berbagai lomba Tik Tok dan media sosial lainnya sebagai media promosi dan sosialisasi. Pasalnya sosialisasi menggunakan media sosial dinilai lebih efektif di kalangan remaja.

“Akar masalahnya macam-macam ada yang menganggap masih menjadi beban. Kemudian adanya kekerasan sehingga pernikahannya dipaksakan,” terangnya.

Tidak hanya faktor kekerasan, menurut Gus Ipin juga ada faktor adat istiadat yang tidak boleh disepelekan. Seperti pemikiran orang tua yang beranggapan bahwa lebih baik punya janda muda dibandingkan perawan tua.

Stigma Itu masih ada di sini. Jadi itu yang perlu kita advokasi bersama,” tandas Bupati Trenggalek.

Senada disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Trenggalek Novita Hardini bahwa harapannya harus memperhatikan mulai dari anak hingga perempuan itu terlindungi, terpenuhi hak haknya, kemudiam juga terlindungi dari potensi kekerasan.

Menurut Novita, angka perceraian menjadi salah satu konsentrasi di Kabupaten Trenggalek, karena angkanya yang sangat tinggi. Salah satunya akibat dari belum matangnya pernikahan.

“Jadi kalau kita kampanye stop pernikahan usia anak, ini sama halnya menembak semua sasaran pembangunan kita,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kominfo Klaim Sinyal Internet di Trenggalek Merata, Sudah Tidak Ada Blank Spot
Sayembara Logo Hari Jadi Trenggalek Tinggal 1 Hari, Kominfo: Haram Gunakan AI
JLS Trenggalek Dapat Bantuan Rp19 Miliar untuk Pembebasan Lahan
Mas Syah Peringati Hari Anak Sedunia, Ingatkan Anak Tak Sembarangan Curhat di Medsos
Dana Pilkades Trenggalek Dianggarkan Rp5,9 Miliar, Tahapan Dimulai Oktober
PA Trenggalek Tempati Gedung Baru, Akhiri Penantian Bertahun-tahun
Bupati Trenggalek Ajak ASN Tetap Bugar Lewat Turnamen Futsal Dispora Cup
Bupati Tunjuk Triadi Admono Jadi Pj. Sekda Trenggalek

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:04 WIB

Kominfo Klaim Sinyal Internet di Trenggalek Merata, Sudah Tidak Ada Blank Spot

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:05 WIB

Sayembara Logo Hari Jadi Trenggalek Tinggal 1 Hari, Kominfo: Haram Gunakan AI

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:04 WIB

JLS Trenggalek Dapat Bantuan Rp19 Miliar untuk Pembebasan Lahan

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:08 WIB

Mas Syah Peringati Hari Anak Sedunia, Ingatkan Anak Tak Sembarangan Curhat di Medsos

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:01 WIB

Dana Pilkades Trenggalek Dianggarkan Rp5,9 Miliar, Tahapan Dimulai Oktober

Berita Terbaru

Harmadji perlihatkan manuskrip kuno miliknya usah di bersihkan atau dijamas. (Foto: Antara/Destyan Sujarwoko)

Budaya

Lestarikan Warisan Leluhur lewat Jamasan Manuskrip Kuno

Kamis, 23 Jul 2026 - 17:13 WIB