RagamWarta.com – Kabupaten Trenggalek menyimpan berbagai karya yang tidak bisa ditiru, sebut saja salah satunya adalah batik. Diantara motif batik yang dimiliki seperti motif cengkeh, durian dan manggis.
Saat perhelatan Istana Berbatik Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. Emil Elestianto Dardak M.Sc. menunjukkan keunggulan batik. Dimana batik adalah wujud karya manusia yang tidak bisa ditiru oleh Artificial Inteligent (AI), Minggu (1/10/2023).
“Mengapa batik tidak bisa ditiru oleh AI. Karena dalam proses pembuatan batik memuat sentuhan emosional. Sedangkan AI tidak memiliki muatan tersebut. Sehingga pola dan nilai yang dihasilkan tidak akan mampu ditiru oleh AI,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui batik menampung pesan emosional diantara pengrajin dengan pemakai. Dalam pembuatannya pengrajin menumpahkan emosional dalam setiap coretan. Baik coretan yang melalui printing maupun coretan tangan.
Coretan yang terlukiskan ia sampaikan sepenuhnya dengan bersumber pada hati. Sehingga karya yang dihasilkan akan memuat kuat pesan emosional. Yang tentunya akan menggugah sampai ke pemakai.
Ditambahkan olehnya, Batik memuat ruang kreasi yang luas. Mulai dari metode pembuatan hingga desain busana yang dihasilkan. Hal itu tentu akan membuka ruang terbuka untuk menciptakan kreasi yang lebih.
Seperti pemuatan ciri khas daerah masing-masing. Hal itu bisa memunculkan motif baru dalam kreasi batik. Untuk seterusnya trademark tersebut dapat diaplikasikan dalam berbagai kreasi busana. Hingga pengenalan budaya daerah masing-masing melalui jajaran pemerintah Indonesia maupun duta luar negeri.
“Batik ini suatu kebanggaan bangsa yang diapresiasi oleh dunia. UNESCO telah mengakui keberhargaannya sebagai Warisan Dunia. Ini keistimewaan di tingkat global,” sambungnya saat mengenakan batik tenun ikat dari Parengan, Kabupaten Lamongan karya Wignyo Rahadi.






