RagamWarta.com – The Southern Paradise itulah julukan yang disematkan di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Julukan itu bukanlah asal-asalan, realitanya wilayah ini memang patut untuk dikunjungi.
Berbagai wisata alam maupun buatan bakal berkesan kuat dalam ingatan. Terlebih bagi mereka yang mendalami terkait sejarah. Dari sejarah geologis hingga peradaban manusia sebelum beraksara hingga sudah berinfrastruktur.
Semisal bukit sepikul dan perbukitan rajeg wesi yang terbentuk dari batuan andesit. Goa Lawa, Maling Guna, Bulus Putih yang terbentuk dari batuan karst. Sungai Ngasinan yang mengarah dari Barat Laut hingga Tenggara Kabupaten Trenggalek. Berbagai jenis batu bara dan fosil biota laut di daratan.
Mengutip dari Sejarah Trenggalek yang disusun oleh tim Sejarah Trenggalek dan IKIP Malang diketahui, zaman Pra Sejarah Trenggalek berada diantara Pithecantropus Erectus (penemuan terbanyak di Kabupaten Pacitan) dan Homo Wajakensis (Homo Sapiens yang lebih sempurna dari pithecanthropus. Ditemukan pertama kali oleh Bugene Dubois di Wajak Kabupaten Tulungagung).
Sejarah Trenggalek yang berhasil ditemukan sejak zaman Mpu Sindok. Dimana raja Mataram Kuno tersebutlah yang memiliki banyak peninggalan yang sudah beraksara. Prasasti ini ditemukan di Kampak. Terdapat lagi prasasti jaman Dhaha akhir yang memuat tanggal hingga dijadikan hari jadi Trenggalek. Prasasti tersebut ditemukan di Desa Kamulan.
Kedua prasasti tersebut memuat terkait daerah perdikan. Berbeda lagi dengan prasasti Majapahit yang ditemukan di Surodakan. Prasasti ini memuat tata kelola pemerintahan beserta dengan nama-namanya.
Seperti apa yang dikatakan Soekandar Wiria Atmadja, MA, bahwa manusia hidup dalam suatu ruang yang ada isinya. Manusia sebagai pusat penelaahan sejarah tidak mungkin dipelajari apabila tidak berada dalam suatu tempat.






