RagamWarta.com – Upacara Adat ‘Ngetung Batih’ yang biasa diselenggarakan oleh masyarakat di Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
Sesuai penjelasan Edy Soepriyanto selaku Sekda Trenggalek bahwa adat Ngetung Batih ditetapkan sebagai WBTB kategori adat istiadat masyarakat oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI.
“Alhamdulillah,” ucapnya usai terima sertifikat WBTB yang diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada East Java Tourism Awards 2023 di Taman Chandra Wilwatikta, Pasuruan, Selasa (31/10/2023).
Dijelaskan Edy, bagi masyarakat Trenggalek khususnya masyarakat Dongko, upacara adat Ngetung Batih merupakan sebuah tradisi dari para leluhurnya yang diadakan setiap malam 1 Suro.
“Masyarakat Dongko menyakini jika upacara adat Ngetung Batih mempunyai makna penting dan sakral sebagai penyambutan tahun baru kalender jawa,” jelas Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek itu.
“Selain itu, Ngetung Batih juga mewarisi nilai-nilai kemakmuran, ketentraman lahir dan batin, kesehatan dan keselamatan leluhur secara turun temurun,” tambahnya.
Edy juga menjelaskan bahwa Ngetung Batih memiliki makna yang mendalam. Seperti ‘Ngetong’ yang berarti menghitung dan ‘Batih’ yang memiliki makna jumlah anggota keluarga dalam satu rumah.
“Dari namanya, kita bisa memaknai bahwa Ngetung Batih bertujuan menyatukan keluarga yang sempat terpisah untuk bersatu kembali. Dimana ketika keluarga sudah berkumpul lagi, diyakini bisa membawa keberkahan tersendiri,” ujarnya.
Terakhir, Edy juga berharap pada masyarakat Trenggalek khususnya yang adi di Kecamatan Dongko untuk tetap melestarikan adat istiadat yang sudah ada sejak jaman nenek moyang mereka.
“Semoga dengan adanya sertifikat WBTB untuk Adat Ngetung Batih ini bisa membuat generasi muda lebih semangat dalam melestarikan budaya leluhur,” pungkasnya.






