RagamWarta.com – Ekskavasi tahap dua rampung, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, meninjau situs Gondang yang berada di Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.
Dalam kesempatan ini, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengaku bahagia ada temuan bersejarah peninggalan masa kerajaan dahulu. Apalagi struktur batuan situs terkuak dalam ekskavasi kedua ini.
“Kami meninjau ekskavasi kedua situs gondang yang dilakukan dari tim Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), bersama Tim BPK 11 Jawa Timur serta warga lokal,” ucap Bupati Trenggalek, Jumat (24/11/2023).
“Ternyata dalam ekskavasi yang kedua ini menguak banyak misteri situs Gondang. Bahkan struktur bangunan situs sudah terbuka 40 persen. Kalau demikian nampaknya butuh ekskavasi lanjutan,” tambah Bupati Trenggalek.
Arifin menegaskan dengan adanya ekskavasi lanjutan kejelasan struktur batuan bakal terkuak. Pasalnya status candi di situs gondang masih belum pasti. Apakah struktur batuan ini merupakan candi utama, candi perwara atau candi ikutan.
“Dengan mempertimbangkan besarnya temuan ini, saya rasa ekskavasi perlu diperluas ke wilayah kampung dan perlu persetujuan warga. Kami harap warga bisa memahami dan Disparbud juga saling komunikasi untuk meminta izin kewarga,” tegasnya.
Selain itu Pemkab Trenggalek juga melibatkan dua pemilik tanah yang ada temuan situs gondang sebagai juru pelihara. Upaya ini dilakukan agar cagar budaya terjaga, apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan. Ditakutkan batuan rentan dan lapuk.
Sementara itu, Arifin juga menjelaskan bahwa kemungkinan besar situs ini bakal di rekonstruksi ulang. Keputusan ini nantinya bakal didiskusikan dengan Disparbud Trenggalek jika memang statusnya sudah jelas.
“Jika temuan banyak rekonstruksi ulang pasti dimungminkan, karena kami juga saat ini sedang menggali apakah kegunaan candi ini dan di era apa serta kegunaannya untuk tempat peribadatan atau tanda kekuasaan kerajaan,” tandasnya.
Terakhir, Bupati Trenggalek juga menghimbau pada warga jika menemukan benda yang ada sangkut pautnya dengan nilai sejarah lebih tepat untuk menghubungi dinas terkait, untuk ditindak lanjuti seputar temuannya itu.
“Kami biar tidak kehilangan sejarah yang ada, kemudian peninggalan leluhur juga tidak tertinggal begitu saja,” pungkasnya.






