Gerakan Hijau Lawan Tambang: ART Bagikan 1.000 Bibit Buah

Selasa, 4 Februari 2025 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota GP Ansor Trenggalek turunkan bibit tanaman buah dari kendaraan untuk diberikan pada masyarakat di wilayah Dongko.

Anggota GP Ansor Trenggalek turunkan bibit tanaman buah dari kendaraan untuk diberikan pada masyarakat di wilayah Dongko.

RagamWarta.com – Aliansi Rakyat Trenggalek (ART) nampaknya tidak hanya pandai beretorika dalam melawan ekspansi bisnis tambang emas di Kabupaten Trenggalek.

Namun belakangan ini mereka justru aktif menggalang aksi nyata, salah satunya adalah gerakan penghijauan. Sedikitnya ada 1.000 bibit tanaman buah dibagikan pada masyarakat di dua kecamatan.

Gerakan ini diklaim tidak hanya menjadi bentuk simbolis perlawanan terhadap pertambangan, tetapi juga langkah konkret menuju ketahanan ekonomi hijau.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bibit yang dibagikan, seperti durian dan alpukat, dipilih karena memiliki nilai ekonomi jangka panjang serta mampu menjaga keseimbangan ekologi wilayah yang terancam dampak eksploitasi tambang.

Menurut Ketua GP Ansor Trenggalek, Muh. Izzudin Zakki yang juga tergabung dalam ART, aksi ini bukan sekadar menolak tambang emas. Akan tetapi lebih membangun kesadaran masyarakat bahwa pelestarian lingkungan bisa menjadi investasi masa depan.

“Agenda kita adalah menebar kebaikan dengan memberikan bibit tanaman sekaligus mencegah kerusakan alam. Tambang emas tidak cocok di Kabupaten Trenggalek,” ujar Gus Zakki, Minggu (2/2/2025).

Pada aksi awal ini menyasar dua titik strategis, yang pertama Desa Sumberbening di Kecamatan Dongko dan kedua di kawasan pendakian Gunung Semungklung di Kecamatan Pule.

“Kami mendapat kabar bahwa akan ada eksplorasi yang melewati titik-titik ini. Maka, edukasi kepada masyarakat harus diperkuat,” tambahnya.

ART dan GP Ansor Trenggalek menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal perlawanan terhadap bisnis ekstraktif. Gerakan membagikan bibit tanaman akan diperluas ke wilayah lain yang berisiko terdampak.

“Menanam bukan hanya tentang perlawanan, tetapi juga tentang keberlanjutan. Kami ingin memastikan bahwa generasi mendatang tetap bisa menikmati hasil bumi Trenggalek yang lestari,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Kebakaran Showroom Motor di Trenggalek: 43 Unit Ludes Terbakar, Kerugian Tembus Rp700 Juta!
DPRD Trenggalek Soroti Revitalisasi 4 Destinasi Wisata 2027, Ini Catatan Pentingnya
PAD Pariwisata Trenggalek Baru 68 Persen, DPRD Pertanyakan Target Rp9,2 Miliar
Baru Berdiri 1 Tahun, D’SON Futsal Academy Trenggalek Langsung Raih Juara
Pilkades Trenggalek 2027: Anggaran Rp 5 Miliar untuk 128 Desa, Jadwal Belum Pasti
Gejala Super Flu Mirip Influenza Biasa, Dinkes Trenggalek Jelaskan Cara Memastikannya
Operator Alsintan Trenggalek Masih Terbatas, Banyak Gapoktan Baru Punya Satu Tenaga
Jadi Catatan Ombudsman, Ruang Ibadah Sekolah Rakyat Trenggalek Malah Berisi Gamelan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Kebakaran Showroom Motor di Trenggalek: 43 Unit Ludes Terbakar, Kerugian Tembus Rp700 Juta!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:25 WIB

DPRD Trenggalek Soroti Revitalisasi 4 Destinasi Wisata 2027, Ini Catatan Pentingnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:58 WIB

PAD Pariwisata Trenggalek Baru 68 Persen, DPRD Pertanyakan Target Rp9,2 Miliar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Baru Berdiri 1 Tahun, D’SON Futsal Academy Trenggalek Langsung Raih Juara

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Pilkades Trenggalek 2027: Anggaran Rp 5 Miliar untuk 128 Desa, Jadwal Belum Pasti

Berita Terbaru