Wabup Trenggalek: Saatnya Kita Serius Jaga Cagar Budaya

Selasa, 29 April 2025 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Syah Muhammad Natanegara, Wakil Bupati Trenggalek saat dikonfirmasi awak media di gedung DPRD Trenggalek, Senin (29/4/2025).

Syah Muhammad Natanegara, Wakil Bupati Trenggalek saat dikonfirmasi awak media di gedung DPRD Trenggalek, Senin (29/4/2025).

RagamWarta.com – Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhammad Natanegara mengakui minimnya perhatian terhadap kekayaan budaya daerah, baik cagar budaya atau lainnya yang dimiliki Kabupaten Trenggalek.

Menurutnya, sejumlah objek budaya yang bernilai sejarah tinggi mulai luput dari perhatian akibat keterbatasan anggaran dan kurangnya kesadaran akan pentingnya pelestarian.

“Seharusnya apa yang menjadi kekayaan kebudayaan Trenggalek memang harus kita beri perhatian lebih. Kita menyadari, dari sisi pemerintah memang masih kurang dalam memperhatikan kekayaan budaya,” ujarnya, Senin (29/4/2025).

Ia menyebutkan bahwa salah satu langkah konkret yang diharapkan dapat segera direalisasikan adalah pendirian museum atau sejenisnya.

Keberadaan Prasasti Kamulan di halaman Pendopo Kabupaten menjadi titik awal penting dalam upaya memperkuat identitas sejarah Trenggalek.

“Kita sudah punya prasasti yang menjadi tonggak penanggalan sejarah Kabupaten Trenggalek. Kita coba lengkapi, agar sejarah ini bisa tersusun utuh,” lanjutnya.

Wabup Syah juga mengakui adanya polemik seputar pemberian ganti untung kepada penemu prasasti. Persoalan tersebut menurutnya muncul akibat keterbatasan anggaran, sehingga menimbulkan ketidaksesuaian harapan di lapangan.

“Karena anggaran terbatas, akhirnya terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Seharusnya hal ini bisa ditanggulangi. Ke depan, kita anggarkan khusus untuk penyelamatan benda cagar budaya,” tegasnya.

Terkait inventarisasi, ia mengakui bahwa prosesnya sudah berjalan, namun saking banyaknya temuan benda prasejarah di Trenggalek membuat perhatian terhadap masing-masing temuan menjadi kurang maksimal.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan sejumlah langkah penyelamatan, termasuk pemulangan Prasasti Kamulan dari Tulungagung, hingga ekskavasi Situs Gondang di Kecamatan Tugu.

“Sebenarnya beberapa tahun terakhir ini kita sudah cukup banyak melakukan penyelamatan benda cagar budaya. Tinggal bagaimana konsistensinya kita jaga dan ditingkatkan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Rotasi Kepala Dinas Trenggalek, Ini Daftar Pejabat yang Digeser Mas Ipin
Gertak Trenggalek Dipuji Kemensos, Dinilai Efektif Dukung Pemutakhiran Data Bansos
Jumlah Murid SD Menurun, DPRD Trenggalek Buka Wacana Penggabungan Sekolah
Penyusunan Perda Trenggalek Jadi Sorotan DPRD, Dinilai Perlu Sinkronasi
Masih Tertahan di Tanah Suci, Ketua DPRD Trenggalek Ajak Warga Doakan Bupati
Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Trenggalek Segera Dibahas Pansus 3
Jadwal DPRD Trenggalek di Bulan Puasa Terbatas, Banmus Hanya Akan Fokus Ranperda dan LKPJ
Agenda DPRD Trenggalek di Bulan Ramadan Fokus Bahas Raperda

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 17:05 WIB

Rotasi Kepala Dinas Trenggalek, Ini Daftar Pejabat yang Digeser Mas Ipin

Senin, 30 Maret 2026 - 15:01 WIB

Gertak Trenggalek Dipuji Kemensos, Dinilai Efektif Dukung Pemutakhiran Data Bansos

Senin, 9 Maret 2026 - 16:08 WIB

Jumlah Murid SD Menurun, DPRD Trenggalek Buka Wacana Penggabungan Sekolah

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:05 WIB

Penyusunan Perda Trenggalek Jadi Sorotan DPRD, Dinilai Perlu Sinkronasi

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:06 WIB

Masih Tertahan di Tanah Suci, Ketua DPRD Trenggalek Ajak Warga Doakan Bupati

Berita Terbaru