Komisi IV DPRD Trenggalek Siap Tindaklanjuti Aspirasi GMNI Soal Pendidikan

Senin, 5 Mei 2025 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin berbicara di depan masa GMNI Trenggalek.

Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin berbicara di depan masa GMNI Trenggalek.

RagamWarta.com – Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek Sukarodin, menyatakan dukungannya terhadap aspirasi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Trenggalek.

Hal tersebut disampaikannya usai menerima aksi demonstrasi dari GMNI Trenggalek yang digelar pada Senin (5/5/2025).

Menurut Sukarodin, penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan hal lazim di DPRD, dan GMNI termasuk organisasi yang rutin menyuarakan gagasannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Teman-teman GMNI sudah sering saya terima. Jadi, ini bagian dari langganan. Ya, saya kira ini bagus, tidak ada masalah bagi kami,” ujarnya.

Kali ini, GMNI Trenggalek menyuarakan lima isu penting di bidang pendidikan. Mulai dari dugaan korupsi pendidikan, politisasi, kualitas layanan, mahalnya biaya pendidikan, hingga kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

Sukarodin menegaskan bahwa semua aspirasi akan diproses sesuai dengan kewenangan masing-masing. Ia juga menjelaskan bahwa tidak semua isu yang disampaikan menjadi kewenangan Pemerintah Daerah.

“Yang perlu digarisbawahi, ada kewenangan yang nanti kami teruskan ke pusat. Ada juga yang ke provinsi. Untuk yang menjadi ranah Trenggalek, akan kami selesaikan,” tegasnya.

Menanggapi kasus kekerasan seksual yang turut disorot mahasiswa, Sukarudin mengatakan bahwa permasalahan tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

“Kali ini sudah ditangani pihak Polri, jadi tidak ada masalah. Bagi yang bersalah sudah dihukum,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa upaya pembinaan akan terus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak.

“Pembinaan itu tentu komprehensif, tidak hanya di lembaga DPRD, melainkan semua stakeholder yang ada,” jelasnya.

Terkait pengadaan buku sekolah, Sukarodin menegaskan bahwa tidak ada kewajiban bagi sekolah untuk membeli buku-buku tersebut.

“Kami juga pernah menerima laporan soal pengadaan buku. Tapi tidak ada kewajiban membeli. Bagi kami tidak masalah, karena itu bagian dari upaya mendidik,” tuturnya.

Meski demikian, politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa itu mengakui bahwa buku-buku tersebut memang tersedia di lingkungan pendidikan.

“Yang perlu juga ditekankan, tidak ada perintah untuk membeli buku dimaksud,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli
Bupati Trenggalek dan Istri Pakai Baju Adat Suku Asmat saat Pengibaran Bendera
Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare
Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang
Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG
HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya
Filial Bulog KP Karangsoko Diresmikan Emil Dardak, Siap Perkuat Cadangan Pangan
Dispora Trenggalek Sambangi Juara Internasional MCGG, Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:07 WIB

HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya

Berita Terbaru