TRENGGALEK, RagamWarta.co.id – Musim penghujan telah mengguyur wilayah Trenggalek pada beberapa minggu terakhir. Dengan masuknya musim penghujan seluruh masyarakat diminta tetap waspada terutama di wilayah potensi bencana.
Seperti yang terjadi di Desa Melis Kecamatan Gandusari Trenggalek, fenomena alam tanah retak melanda di belasan bangunan, mulai dari rumah, mushola dan sekolah, hingga mengakibatkan keretakan pada bangunan.
Keretakan sendiri memiliki ukuran panjang sekitar 30 meter dan lebar sekitar 20 sentimeter, dengan kedalaman sekitar 130 sentimeter dari permukaan tanah.
Baca juga : Blusukan Bupati Arifin Tinjau Warga Terdampak Tanah Gerak
Joko Rusianto Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek menjelaskan bahwa untuk keretakan tanah di Desa Melis ini masih bisa dikatakan ringan. Mengingat dilokasi lain seperti di Panggul tanah sampai mengalami ambles hingga beberapa meter.
“Namun meski demikian masyarakat diminta tetap waspada, jangan sampai lengah ketika turun hujan dan harus mencari tempat yang aman untuk mengungsi,” pinta Joko Selasa (7/1/2020)
Joko menambahkan, untuk mendeteksi keretakan dikemudian hari di Desa Melis sendiri akan di pasang alat early warning system (EWS) untuk mendeteksi adanya gerakan tanah, karena untuk lokasi yang rawan di Trenggalek juga telah terpasang EWS.
Baca juga : Sambut Musim Penghujan Tim Gabungan Bersihkan Sampa Sungai Di Daerah Rawan Banjir
Sebenarnya bukan hanya ini saja, bahkan daerah lain ada yang lebih parah. Namun semua sudah terpasang alat penseteksi. Mungkin paniknya masyarakat karena baru mengalami kejadian tanah gerak. Bisa dipartikan untuk di Desa Melis ini masih tergolong kecil.
“Ketika alat pendeteksi tersebut dipasang maka masyarakat diharapkan bisa lebih waspada dengan adanya peringatan,” pungkasnya
Simak selengkapnya : https://youtu.be/4RjUabIcYHU






