RagamWarta – Antisipasi over kapasitas pada RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Pemkab Trenggalek fungsikan Puskesmas jadi rumah sakit darurat. Pendirian RS Darurat sendiri diperuntukkan agar pasien dengan gejala ringan dan sedang bisa dirawat disana.
Menurut dr. Saeroni selaku Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek menerangkan bahwa saat ini sudah ada tiga Rumah Sakit Darurat yang telah beroperasi.
Baca Juga : DPR Trengggalek Lakukan Evaluasi, Pemakaman Jenazah Korban Covid 19 Jadi Tanggung Jawab Tiga Pilar
Tiga Puskesmas yang disulap jadi Rumah Sakit Darurat antara lain, Puskesmas Kampak, Puskesmas Baruharjo, dan Puskesmas Panggul.
Menurut dr. Saeroni dengan daya tampung pasien di rumah sakit darurat yang mencapai 190, pasien dengan gejala ringan ataupun sedang tidak perlu di bawa ke RSUD lagi.
Baca Juga : Minta Audit dan Apresial BPR BPS, Alwi Berharap Semua Kekayaan Diperlihatkan
Hal senada juga disampaikan dr. Suzana Mardhatin selaku Direktur RS Darurat di Kecamatan Panggul. Menurutnya pertanggal 19 Februari 2021, RS Darurat sudah mulai beroperasi.
Sementara untuk menyiapkan pelayanan yang maksimal pada RS Darurat di Panggul, management Rumah sakit libatkan tenaga kerja baru yang terdiri dari 12 tenaga perawat, dan 1 bidan, 7 Customer Service, 2 tenaga laundry, dan 2 tenaga satuan pengamanan/satpam.
Baca Juga : Terganjal Audit dan Apresial, Pimpinan DPRD Trenggalek Gelar Rapat Koordinasi
Direktur RS Darurat yang juga sekaligus menjabat sebagai Kepala Puskesmas Panggul ini juga menuturkan bahwa RS Darurat hanya diperuntukkan bagi pasien dengan gejala ringan dan sedang.
Sedangkan untuk pasien dengan gejala berat akan langsung dirujuk dan ditangani di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.






