RAGAMWARTA – Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu wilayah yang kerap dilanda bencana tanah longsor. Bahkan, kemarin jalur penghubung dengan Kabupaten Ponorogo juga terputus akibat jalan tertimpa material longsor.
Menanggapi hal tersebut, Pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Andriyanto menegaskan bahwa jangan ada pembiaran terjadi bencana longsor lagi. Pasalnya bencana tanah longsor benar-benar membahayakan nyawa seseorang.
Baca juga : Didukung Menteri PPPA RI, Sepeda Keren Bakal Diperluas Hingga Institusi
Pj. Sekda Kabupaten Trenggalek juga menjelaskan bahwa bencana alam janganlah ditunggu, namun ditangkal. Menurutnya perlu ada kajian teknis, untuk mengurangi permasalahan ini. Apa lagi, wilayah ini merupakan satu-satunya akses Kabupaten Trenggalek menuju ke Kabupaten Ponorogo.
Sesuai hasil analisisnya sementara, Andriyanto menemukan beberapa solusi yang mungkin bisa diaplikasikan. Seperti pemasangan pengamanan tebing, dan penggantian varietas tanaman yang ada di atas tebing.
Baca juga : Setelah 9 Jam Tertimbun Longsor, Jalur Trenggalek – Ponorogo Bisa Dilewati Kembali
Menurutnya, pohon yang terdapat pada tepi jalur penghubung ini tidak bisa mengeram tanah dengan kuat. Alhasil, pohon jadi mudah timbang dan tanah jadi mudah bergeser saat diguyur hujan deras.
Terakhir, Pj. Sekda Trenggalek minta jajaran untuk membersihkan sisa material longsor yang masih ada di tepi japan raya. Selain itu, pihaknya juga minta untuk memangkas pohon yang di perkirakan bisa menimpa pengguna jalan tatkala pohon tumbang.






