Pemkab Trenggalek Terima Sertifikat WBTB untuk Upacara Adat ‘Ngetung Batih’

Rabu, 1 November 2023 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek Edy Soepriyanto menerima sertifikat WBTB yang diberikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam event East Java Tourism Awards 2023 di Taman Chandra Wilwatikta, Pasuruan. (Foto : Prokopim Trenggalek)

Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek Edy Soepriyanto menerima sertifikat WBTB yang diberikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam event East Java Tourism Awards 2023 di Taman Chandra Wilwatikta, Pasuruan. (Foto : Prokopim Trenggalek)

RagamWarta.com – Upacara Adat ‘Ngetung Batih’ yang biasa diselenggarakan oleh masyarakat di Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Sesuai penjelasan Edy Soepriyanto selaku Sekda Trenggalek bahwa adat Ngetung Batih ditetapkan sebagai WBTB kategori adat istiadat masyarakat oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI.

“Alhamdulillah,” ucapnya usai terima sertifikat WBTB yang diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada East Java Tourism Awards 2023 di Taman Chandra Wilwatikta, Pasuruan, Selasa (31/10/2023).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskan Edy, bagi masyarakat Trenggalek khususnya masyarakat Dongko, upacara adat Ngetung Batih merupakan sebuah tradisi dari para leluhurnya yang diadakan setiap malam 1 Suro.

“Masyarakat Dongko menyakini jika upacara adat Ngetung Batih mempunyai makna penting dan sakral sebagai penyambutan tahun baru kalender jawa,” jelas Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek itu.

“Selain itu, Ngetung Batih juga mewarisi nilai-nilai kemakmuran, ketentraman lahir dan batin, kesehatan dan keselamatan leluhur secara turun temurun,” tambahnya.

Edy juga menjelaskan bahwa Ngetung Batih memiliki makna yang mendalam. Seperti ‘Ngetong’ yang berarti menghitung dan ‘Batih’ yang memiliki makna jumlah anggota keluarga dalam satu rumah.

“Dari namanya, kita bisa memaknai bahwa Ngetung Batih bertujuan menyatukan keluarga yang sempat terpisah untuk bersatu kembali. Dimana ketika keluarga sudah berkumpul lagi, diyakini bisa membawa keberkahan tersendiri,” ujarnya.

Terakhir, Edy juga berharap pada masyarakat Trenggalek khususnya yang adi di Kecamatan Dongko untuk tetap melestarikan adat istiadat yang sudah ada sejak jaman nenek moyang mereka.

“Semoga dengan adanya sertifikat WBTB untuk Adat Ngetung Batih ini bisa membuat generasi muda lebih semangat dalam melestarikan budaya leluhur,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kinerja Satgas MBG Trenggalek Dikuliti PMII, DPRD Minta Pengawasan Diperketat
DPRD Janji Bakal Kawal 3 Tuntutan Mitra MBG Trenggalek
DPRD Trenggalek Finalisasi Perda Madin, Lebih Banyak Lembaga Bakal Terfasilitasi
DPRD Trenggalek Terima Nota Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Target Rampung Dua Pekan
Bahas Raperda Telekomunikasi Trenggalek, DPRD Bidik Sumber PAD Baru
Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Siap Bahas, Jadi Dasar Perubahan Anggaran 2026
Perda Pilkades Trenggalek Ditarget Selesai Agustus, Tahapan Pemilihan Siap Dimulai
Perda Madrasah Diniyah Nonformal Trenggalek Disiapkan, Madin di Masjid hingga Rumah Bakal Terfasilitasi

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 20:05 WIB

Kinerja Satgas MBG Trenggalek Dikuliti PMII, DPRD Minta Pengawasan Diperketat

Senin, 22 Juni 2026 - 18:07 WIB

DPRD Janji Bakal Kawal 3 Tuntutan Mitra MBG Trenggalek

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:02 WIB

DPRD Trenggalek Finalisasi Perda Madin, Lebih Banyak Lembaga Bakal Terfasilitasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:18 WIB

DPRD Trenggalek Terima Nota Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Target Rampung Dua Pekan

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:09 WIB

Bahas Raperda Telekomunikasi Trenggalek, DPRD Bidik Sumber PAD Baru

Berita Terbaru