Trenggalek Prioritaskan Guru Honorer dan Tenaga Teknis dalam Rekrutmen PPPK 2024

Selasa, 20 Agustus 2024 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agoes Setiyono, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Trenggalek.

Agoes Setiyono, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Trenggalek.

RagamWarta.com – Atasi masalah tenaga honorer, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek fokus angkat guru honorer dan tenaga teknis jadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Trenggalek berharap bisa mengurangi jumlah tenaga honorer yang selama ini belum mendapatkan status yang lebih pasti.

Kepala Disdikpora Trenggalek, Agoes Setiyono, menjelaskan bahwa rekrutmen PPPK akan segera dilaksanakan bersamaan dengan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), yakni mulai 20 Agustus – 6 September 2024.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mungkin bisa jadi menjadi satu kesatuan pelaksanaan antara CPPPK dan CPNS. Namun kita masih menunggu instruksi dari pusat seperti apa,” terang Agoes, Senin (19/8/2024).

Pihaknya juga menjelaskan bahwa untuk tahun 2024 ini, Dikpora mendapat kuota formasi PPPK sekitar 900 lebih. Kuota itu diperuntukkan kepada tenaga teknis dan guru honorer yang ada di Trenggalek.

Secara lebih rinci, formasi PPPK guru sebanyak 200 lebih. Sementara untuk non guru atau teknis ada di lingkup Dikpora mencapai 600 lebih.

“Rekrutmen kali ini memberikan kesempatan besar bagi guru honorer dan tenaga teknis yang sudah lama mengabdi. Khususnya mereka yang telah terdaftar dalam Dapodik dan memiliki surat keterangan,” ucapnya.

Menurut Agoes, kebijakan ini merupakan wujud apresiasi atas dedikasi guru honorer yang telah bekerja keras, namun belum kunjung mendapatkan status sebagai pegawai pemerintah.

Agoes menekankan bahwa seleksi ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah memiliki pengalaman dan memenuhi kualifikasi. Sehingga lulusan baru tidak bisa ikut dalam seleksi PPPK tahun ini.

“Kami ingin memastikan bahwa mereka yang telah mengabdi dan memenuhi syarat yang mendapatkan prioritas. Fresh graduate belum bisa mengikuti rekrutmen,” jelasnya saat dikonfirmasi awak media.

Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah berharap tidak ada lagi tenaga honorer di Trenggalek yang belum mendapatkan status sebagai pegawai pemerintah. Sehingga tenaga pendidik yang telah mengabdi lebih stabil dan terjamin.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa proses seleksi akan dilakukan dengan transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal itu untuk memastikan bahwa semua calon yang memenuhi syarat dapat bersaing secara adil.

“Kami berharap dengan pelaksanaan seleksi ini, seluruh tenaga honorer yang layak dapat diangkat menjadi PPPK. Dengan demikian, tidak ada lagi tenaga honorer yang tercecer,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

72 Calon Paskibraka Trenggalek 2026 Mulai Jalani Pemusatan Pelatihan
Update Penemuan Bayi di Desa Banaran, Akan Diserahkan ke PPSA B Sidoarjo
Kominfo Klaim Sinyal Internet di Trenggalek Merata, Sudah Tidak Ada Blank Spot
Sayembara Logo Hari Jadi Trenggalek Tinggal 1 Hari, Kominfo: Haram Gunakan AI
JLS Trenggalek Dapat Bantuan Rp19 Miliar untuk Pembebasan Lahan
Mas Syah Peringati Hari Anak Sedunia, Ingatkan Anak Tak Sembarangan Curhat di Medsos
Dana Pilkades Trenggalek Dianggarkan Rp5,9 Miliar, Tahapan Dimulai Oktober
PA Trenggalek Tempati Gedung Baru, Akhiri Penantian Bertahun-tahun

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:02 WIB

72 Calon Paskibraka Trenggalek 2026 Mulai Jalani Pemusatan Pelatihan

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:04 WIB

Update Penemuan Bayi di Desa Banaran, Akan Diserahkan ke PPSA B Sidoarjo

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:04 WIB

Kominfo Klaim Sinyal Internet di Trenggalek Merata, Sudah Tidak Ada Blank Spot

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:05 WIB

Sayembara Logo Hari Jadi Trenggalek Tinggal 1 Hari, Kominfo: Haram Gunakan AI

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:04 WIB

JLS Trenggalek Dapat Bantuan Rp19 Miliar untuk Pembebasan Lahan

Berita Terbaru