RagamWarta.com – Sejak awal tahun 2024 hingga Agustus, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Trenggalek telah meningkatkan respons cepat dalam menangani satwa liar yang memasuki pemukiman warga.
Sedikitnya ada 322 satwa liar yang berhasil dievakuasi Damkar Trenggalek dalam upaya menjaga keselamatan masyarakat.
Menurut Kasi Penyelamatan Kebakaran dan Non Kebakaran, Burhannudin bahwa sebagian besar evakuasi melibatkan ular dan lebah yang dianggap keselamatan mengancam warga.
“Kami terus berupaya untuk merespons laporan masyarakat dengan cepat, terutama ketika ada satwa liar yang dianggap berbahaya,” ujar Burhannudin, Jumat (13/9/2024).
Selama periode tersebut, bulan Januari mencatat jumlah evakuasi tertinggi dengan 78 kasus, sementara bulan Agustus adalah yang terendah dengan 18 kasus.
Sementara secara rinci jumlah evakuasi satwa liar yang dilakukan setiap bulannya bervariasi. Bulan Februari, terdapat 45 satwa yang dievakuasi, Maret dengan 59, April 48, Mei 32, Juni 28, dan Juli 20.
Menurut Burhannudin satwa yang dievakuasi biasanya ditemukan saat masuk ke pemukiman warga, khususnya selama musim penghujan.
“Banyak satwa liar terutama ular yang mencari tempat hangat dan sering kali berakhir di pemukiman warga,” tambahnya.
Dijelaskan Burhannudin, proses evakuasi dilakukan dengan kehati-hatian tinggi. Setelah ditangkap, satwa-satwa ini dikembalikan ke habitatnya di kawasan yang jauh dari pemukiman.
“Kami pastikan ular-ular tersebut dilepaskan di tempat yang aman agar tidak kembali mengganggu warga kembali,” jelas Burhannudin.
Sementara untuk evakuasi lebah, khususnya jenis lebah vespa, dilakukan dengan cara berbeda. Karena dianggap berbahaya, lebah vespa biasanya langsung dimusnahkan.
“Keberadaan lebah vespa sangat mengancam karena sering kali membuat sarang di sekitar rumah warga. Demi keselamatan, kami memilih membasmi mereka,” jelas Burhannudin.
Selain menangani ular dan lebah, Tim Damkar Trenggalek juga menangani dua satwa dilindungi. Yaitu kukang dan trenggiling.
Kedua satwa ini kemudian diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kediri untuk penanganan lebih lanjut.
“Dengan meningkatnya jumlah evakuasi satwa liar, kami terus berkomitmen untuk meningkatkan respons cepat dan efektif guna melindungi keselamatan masyarakat dan menjaga keseimbangan ekosistem,” pungkasnya.






