DBD di Trenggalek Melonjak Tajam, 30% Menyerang Anak-anak

Rabu, 9 Oktober 2024 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seorang anak terkena demam berdarah dengue (foto: TribunHealth.com)

Ilustrasi seorang anak terkena demam berdarah dengue (foto: TribunHealth.com)

RagamWarta.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Trenggalek tahun 2024 mengalami melonjak signifikan. Hingga 7 Oktober sudah tercatat ada 817 kasus DBD. Jauh jika dibanding tahun 2023 yang hanya tercatat 129 kasus.

Sebagaimana diungkapkan oleh dr. Sunarto selaku Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Trenggalek bahwa kenaikan kasus DBD ada kaitannya dengan siklus lima tahunan.

Pihaknya menjelaskan bahwa upaya pengendalian telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan berbagai pihak terkait, termasuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan penyebaran larvasida.

Namun peran masyarakat dalam mencegah berkembangnya nyamuk Aedes aegypti masih menjadi faktor kunci.

“Keterlibatan masyarakat sangat penting, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memantau perkembangan jentik nyamuk di sekitar rumah,” ujar dr. Sunarto.

Dr. Sunarto juga menjelaskan salah satu langkah utama dalam pengendalian DBD yang bisa dilakukan masyarakat adalah menerapkan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk menggunakan lotion anti nyamuk dan memasang kelambu di rumah.

Dinas Kesehatan juga telah mengaktifkan juru pemantau jentik (Jumantik) yang bertugas memantau dan membantu masyarakat dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk.

Peran masyarakat yang aktif dalam kegiatan seperti itu diyakini dapat membantu menekan jumlah kasus DBD.

“Mayoritas DBD menyerang kelompok usia 15-44 tahun atau 47%. Sedangkan 30,5% terjadi pada kelompok usia 5-14 tahun, dan 17,4% pada usia di atas 44 tahun. Sisanya terjadi pada usia di luar kelompok tersebut,” papar dr. Sunarto.

Di tengah peningkatan kasus yang signifikan, kabar baiknya tidak ada laporan kematian akibat DBD di Trenggalek tahun ini.

Hal ini tidak lepas dari kesigapan masyarakat dan berbagai pihak dalam melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian perkembangan nyamuk Aedes aegypti.

“Dengan dukungan masyarakat, kami optimis dapat menekan angka kasus DBD, sehingga wabah ini tidak menyebar lebih luas,” pungkas dr. Sunarto.

 

Berita Terkait

Bantuan Sosial Kemensos Trenggalek Rp191 Juta Disalurkan ke 68 Warga, Ini Syarat Penerimanya
Pegawai DPMD Trenggalek Ditemukan Meninggal di Mushola, di Duga Serangan Jantung
Vonis Masduki Bertambah, Total Hukuman Jadi 11 Tahun Penjara
Fortuner Tertimpa Batu di Trenggalek-Ponorogo Km 16, Jalur Ditutup Total Sementara
Balita di Banaran Tenggelam di Kubangan Galian C, Diduga Terpeleset Saat Bermain
Pelaku Arisan Bodong Trenggalek Ditangkap, Sempat Kabur ke Timor Leste
Pembersihan Sedimen Jembatan Ngasinan, Mumpung Cuaca Cerah
Basarnas Trenggalek Evakuasi Nelayan, Terapung 4 Jam di Laut Ditemukan Selamat di Teluk Prigi

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:04 WIB

Bantuan Sosial Kemensos Trenggalek Rp191 Juta Disalurkan ke 68 Warga, Ini Syarat Penerimanya

Jumat, 24 April 2026 - 16:22 WIB

Pegawai DPMD Trenggalek Ditemukan Meninggal di Mushola, di Duga Serangan Jantung

Kamis, 23 April 2026 - 19:08 WIB

Vonis Masduki Bertambah, Total Hukuman Jadi 11 Tahun Penjara

Kamis, 16 April 2026 - 14:12 WIB

Fortuner Tertimpa Batu di Trenggalek-Ponorogo Km 16, Jalur Ditutup Total Sementara

Selasa, 14 April 2026 - 18:06 WIB

Balita di Banaran Tenggelam di Kubangan Galian C, Diduga Terpeleset Saat Bermain

Berita Terbaru

Suasana hearing dari Forum Masyarakat Trenggalek Bergerak dengan DPRD Trenggalek, Kamis (22/5/2026).

Parlemen

Jalan Ngares Sengon Rusak, DPRD Trenggalek Kawal Janji PUPR

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:01 WIB