Komisi II DPRD Trenggalek Soroti Pelatihan Disperinaker, Habiskan Banyak Uang Tapi Hanya Untuk Sebagian Orang

Sabtu, 16 November 2024 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat kerja antara Komisi II DPRD Trenggalek dengan Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek membahas Ranperda APBD 2025.

Rapat kerja antara Komisi II DPRD Trenggalek dengan Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek membahas Ranperda APBD 2025.

RagamWarta.com – Mengantisipasi turunnya dana transfer pusat yang digadang-gadang bakal terjadi pada tahun depan, Komisi II DPRD Trenggalek perketat rencana kegiatan saat pembahasan APBD 2025.

Mugianto, selaku Ketua Komisi II DPRD Trenggalek menjelaskan bahwa saat ini tengah melakukan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2025.

Untuk itu, pihaknya mengundang Organisasi Perangkat Daerah mitra yakni Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek.

“Setelah pandangan umum fraksi telah dijawab oleh Bupati, kini giliran komisi lakukan klarifikasi dan upaya pengawasan terhadap kegiatan yang akan dicantumkan dalam APBD 2025,” ungkap Mugianto, Rabu (13/11/2024).

Dalam kesempatan ini, Mugianto menjelaskan bahwa seluruh anggota komisi II DPRD Trenggalek mencoba mencermati Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) milik Disperinaker Trenggalek.

Menurut Mugianto, ada beberapa kegiatan yang perlu didirasionalisasi kembali. Pihaknya juga mewanti-wanti supaya kegiatan untuk tahun depan dibuat sesuai dengan kebutuhan bukan berdasar keinginan.

“Jadi ada beberapa hal yang kami temukan dan perlu dirasionalisasi kembali. Makanya tadi kami ingatkan untuk memaksimalkan dan menyesuaikan kegiatan sesuai kebutuhan, bukan berdasar keinginan,” tegasnya.

Politisi asal Partai Demokrat itu juga menerangkan bahwa ada beberapa kegiatan yang perlu disesuaikan. Seperti pelatihan yang menghabiskan anggaran sekitar 70 juta namun hanya untuk beberapa orang saja.

“Jadi ada hal-hal yang kami temukan seperti contoh program yang antara outcome dan output-nya tidak seimbang. Seperti pelatihan yang habiskan 70 juta lebih namun hanya untuk sebagian orang saja. Kan rugi kita,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

LKPJ Trenggalek 2025 Mulai Dibahas Pansus, Tekankan Outcome dan Ingatkan Pejabat Baru
Jumlah Murid SD Menurun, DPRD Trenggalek Buka Wacana Penggabungan Sekolah
Penyusunan Perda Trenggalek Jadi Sorotan DPRD, Dinilai Perlu Sinkronasi
Masih Tertahan di Tanah Suci, Ketua DPRD Trenggalek Ajak Warga Doakan Bupati
Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Trenggalek Segera Dibahas Pansus 3
Jadwal DPRD Trenggalek di Bulan Puasa Terbatas, Banmus Hanya Akan Fokus Ranperda dan LKPJ
Agenda DPRD Trenggalek di Bulan Ramadan Fokus Bahas Raperda
DPRD Trenggalek Setujui Raperda Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 18:09 WIB

LKPJ Trenggalek 2025 Mulai Dibahas Pansus, Tekankan Outcome dan Ingatkan Pejabat Baru

Senin, 9 Maret 2026 - 16:08 WIB

Jumlah Murid SD Menurun, DPRD Trenggalek Buka Wacana Penggabungan Sekolah

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:05 WIB

Penyusunan Perda Trenggalek Jadi Sorotan DPRD, Dinilai Perlu Sinkronasi

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:06 WIB

Masih Tertahan di Tanah Suci, Ketua DPRD Trenggalek Ajak Warga Doakan Bupati

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:12 WIB

Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Trenggalek Segera Dibahas Pansus 3

Berita Terbaru