Supar Divonis 14 Tahun Penjara dan Diwajibkan Bayar Restitusi Rp 106 Juta

Kamis, 27 Februari 2025 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana jelang sidang putusan yang dilakukan Pengadilan Negeri Trenggalek terhadap terdakwa Supar alias Imam Syafi'i. (Foto : Rudi Brewok)

Suasana jelang sidang putusan yang dilakukan Pengadilan Negeri Trenggalek terhadap terdakwa Supar alias Imam Syafi'i. (Foto : Rudi Brewok)

RagamWarta.com – Pengadilan Negeri (PN) Trenggalek menjatuhkan vonis 14 tahun penjara terhadap Supar alias Imam Syafi’i (52), pemilik Pondok Pesantren Mambaul Hikam, dalam kasus pelecehan seksual terhadap santriwatinya.

Putusan tersebut dibacakan dalam sidang terbuka pada Kamis (27/2/2025). Sidang putusan dipimpin Ketua PN Trenggalek, Dian Nur Pratiwi dan dimulai pukul 11.25 WIB.

Vonis dan Saksi Tambahan

Juru bicara PN Trenggalek, Revan Timbul Hamonangan Tambunan menjelaskan bahwa majelis hakim menyatakan terdakwa bersalah berdasarkan dakwaan alternatif kedua.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Supar dijerat dengan Pasal 81 ayat 1, 2, dan 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang telah diperbarui dengan Perpu Nomor 1 Tahun 2016.

“Terdakwa dijatuhi pidana penjara 14 tahun serta denda Rp 200 juta, subsider enam bulan kurungan,” ungkap Revan usai ikuti jalannya Sidang Putusan di Pengadilan Negeri Trenggalek, Kamis (27/2/2025).

Selain hukuman penjara dan denda, Supar juga diwajibkan membayar restitusi kepada korban sebesar Rp 106.541.500.

Restitusi ini harus dibayarkan dalam waktu maksimal 30 hari setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Jika tidak dibayar, harta benda terdakwa akan disita dan dilelang.

“Apabila hasil lelang tidak mencukupi, maka terdakwa harus menjalani tambahan hukuman satu tahun kurungan,” terang Revan.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa Restitusi yang dikabulkan majelis hakim mencakup biaya transportasi, konsumsi, pemulihan psikologis, perawatan anak, dan biaya akikah.

Adapun, permohonan biaya kehilangan penghasilan orang tua korban tidak dikabulkan karena kurangnya bukti pendukung.

Terdakwa Supar ketika turun dari mobil tahanan. (Foto : Rudi Brewok)
Terdakwa Supar ketika turun dari mobil tahanan. (Foto : Rudi Brewok)

Faktor yang Memengaruhi Putusan

Dijelaskan Revan, majelis hakim menilai bahwa perbuatan terdakwa Supar berdampak besar secara sosial dan psikologis terhadap korban, meresahkan masyarakat, serta mencoreng citra lembaga pendidikan keagamaan.

“Terdakwa juga tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatannya,” tambah Revan.

Namun, majelis hakim mencatat bahwa terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya, yang menjadi faktor yang meringankan hukuman.

Revan juga menegaskan bahwa terdakwa masih memiliki hak untuk mengajukan upaya hukum, seperti banding atau kasasi.

Proses Persidangan

Kasus ini telah melalui 10 kali persidangan, termasuk pemeriksaan saksi hingga pembacaan duplik. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Supar dengan hukuman 14 tahun penjara serta restitusi sebesar Rp 247 juta kepada korban.

Dalam sidang sebelumnya pada Selasa (11/2/2025), terdakwa bersikeras meminta majelis hakim membebaskannya. Tim penasihat hukumnya berpendapat bahwa dakwaan hanya didasarkan pada tes DNA tanpa keterangan ahli di persidangan.

Namun, majelis hakim menolak pembelaan tersebut dan tetap menjatuhkan vonis 14 tahun penjara kepada terdakwa.

Berita Terkait

Operasi Tumpas Narkoba di Trenggalek Berhasil Bongkar 9 Kasus, 12 Tersangka Diamankan
Pencurian Kotak Amal Trenggalek, Polisi Duga Pelaku Gunakan Pelat Nomor Palsu
Musim Kemarau Tiba, BPBD Trenggalek Mulai Suplai Air Bersih ke Warga Panggul
Cemburu Buta, Pria di Trenggalek Tikam Perawat Usai Bahas Dugaan Perselingkuhan
Suami Istri Curi Motor, Kapolres Trenggalek: Beraksi di Area Persawahan Korbannya Petani
Penemuan Bayi di Desa Banaran, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan
Lahan di Desa Gayam Panggul Kebakaran, Puntung Rokok yang Disalahkan
Perampas Kalung di Trenggalek Berhasil Ditangkap Polisi

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Pencurian Kotak Amal Trenggalek, Polisi Duga Pelaku Gunakan Pelat Nomor Palsu

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:03 WIB

Musim Kemarau Tiba, BPBD Trenggalek Mulai Suplai Air Bersih ke Warga Panggul

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:07 WIB

Cemburu Buta, Pria di Trenggalek Tikam Perawat Usai Bahas Dugaan Perselingkuhan

Senin, 27 Juli 2026 - 15:02 WIB

Suami Istri Curi Motor, Kapolres Trenggalek: Beraksi di Area Persawahan Korbannya Petani

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:02 WIB

Penemuan Bayi di Desa Banaran, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan

Berita Terbaru