Novita Hardini Minta Jaranan Turonggo Yakso Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Selasa, 15 April 2025 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaranan Turonggo Yakso tampil di TMII tahun 2022. (Foto: Prokopim TGX)

Jaranan Turonggo Yakso tampil di TMII tahun 2022. (Foto: Prokopim TGX)

RagamWarta.com – Kesenian khas Trenggalek yaitu Jaranan Turonggo Yakso, dinilai punya potensi besar untuk melangkah ke panggung nasional bahkan internasional.

Hal ini disampaikan langsung oleh Novita Hardini selaku Ketua Tim Penggerak TP PKK Kabupaten Trenggalek saat membuka pembukaan Bimbingan Teknis Peningkatan SDM Pariwisata di Kecamatan Panggul, Sabtu (12/4/2025),

Menurut Novita, Jaranan Turonggo Yakso harus segera diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pemerintah harus segera turun tangan agar tidak kecolongan seperti perkara batik yang pernah diklaim negara lain.

“Jaranan Turonggo Yakso ini sudah tampil di berbagai forum dunia. Bahkan pernah dibawakan di Korea dengan gaya Oppan Gangnam Style, dan juga di Finlandia. Kita harus bangga, dan jangan sampai kebudayaan ini diambil bangsa lain,” ujarnya.

Novita Hardini, Ketua Tim Penggerak TP PKK Trenggalek (Foto: Prokopim TGX)

Lebih dari sekadar tontonan, Turonggo Yakso menurut Novita memiliki nilai filosofi yang tinggi. “Yakso” berarti raksasa atau buto sebagai simbol angkara murka, sementara “Turonggo” berarti kuda yang menggambarkan kekuatan dan keberanian.

“Filosofinya sangat dalam. Ini tentang melawan sifat buruk dalam diri kita sendiri. Saya rasa ini pantas menjadi warisan budaya nasional dari Trenggalek,” tambahnya.

Aktivis perempuan yang juga duduk sebagai Anggota Komisi VII DPR RI ini menyoroti pentingnya mengenalkan kesenian lokal kepada generasi muda.

Menurutnya seni budaya bisa menjadi alat edukasi yang kuat untuk membentuk karakter anak-anak di tengah tantangan zaman.

“Kalau tidak dikenalkan sejak dini, generasi kita bisa unggul secara akademis tapi kosong secara moral. Ini tugas kita semua, termasuk pemerintah, untuk menghadirkan pendidikan karakter lewat budaya,” tutupnya.

 

Berita Terkait

Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli
Bupati Trenggalek dan Istri Pakai Baju Adat Suku Asmat saat Pengibaran Bendera
Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare
Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang
Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG
HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya
Filial Bulog KP Karangsoko Diresmikan Emil Dardak, Siap Perkuat Cadangan Pangan
Dispora Trenggalek Sambangi Juara Internasional MCGG, Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:07 WIB

HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya

Berita Terbaru