Satgas DAYA, Pasukan Sukarela Bupati Trenggalek Demi Infrastruktur Lebih Baik

Jumat, 4 Juli 2025 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin beri arahan kepada komunitas G6MAN yang ada di Kecamatan Watulimo. (Prokopim TGX)

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin beri arahan kepada komunitas G6MAN yang ada di Kecamatan Watulimo. (Prokopim TGX)

RagamWarta.com – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin luncurkan Satgas DAYA (Satuan Tugas Swadaya Penambalan Jalan, Sungai, dan Jaringan) di Kecamatan Watulimo, Jumat (4/7/2025).

Program yang pertama kali diluncurkan di Kecamatan Watulimo ini diproyeksikan sebagai salah satu usaha Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk memperkuat peran serta masyarakat dalam menjaga infrastruktur.

Dijelaskan Arifin, Satgas DAYA dibentuk untuk melakukan penanganan darurat terhadap kerusakan jalan, sungai, dan jaringan infrastruktur lainnya secara swadaya. Pendanaannya bersumber dari donasi masyarakat yang dikumpulkan melalui kerja sama antara Pemkab Trenggalek dan BAZNAS.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita mengumumkan bahwa Trenggalek memiliki pasukan sukarela. Namanya Satgas DAYA. Ini adalah wujud kekuatan gotong royong yang menjadi ciri khas daerah kita,” ujar Bupati Trenggalek usai peluncuran, Jumat (4/7/2025)

Peluncuran Satgas DAYA terinspirasi dari komunitas G6MAN (Gerakan Penambalan Jalan) di Watulimo, yang sejak 2020 telah bergerak mandiri melakukan penambalan jalan demi keselamatan pengguna.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek melihat inisiatif warga ini sebagai contoh nyata partisipasi publik yang bisa diperluas cakupannya.

“Inspirasinya dari teman-teman G6MAN. Saya tahu di tempat lain juga banyak warga yang tidak menunggu perubahan, tapi justru menjadi aktor perubahan,” imbuh Bupati Arifin.

Satgas DAYA yang dipelopori oleh G6MAN, tengah menambal jalan di wilayah Watulimo. (Prokopim TGX)

Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa gotong royong menjadi solusi cepat di tengah keterbatasan anggaran pemerintah. Satgas DAYA diharapkan dapat mempercepat penanganan kerusakan infrastruktur yang membutuhkan tindakan segera.

“Kalau kita menunggu karena tidak punya anggaran, ya sampai kapan pun tidak akan selesai. Harus perencanaan ini-itu, dilelang dulu, sementara korban sudah banyak jatuh. Makanya kita ajak masyarakat untuk bersedekah. Menyingkirkan paku di jalan saja berpahala, apalagi memperbaiki jalan,” tegasnya.

Saat ini, dana donasi yang terkumpul dari masyarakat Trenggalek telah mencapai lebih dari Rp1,4 miliar. Pemkab juga membuka peluang pendanaan dari APBD untuk kondisi darurat, namun tetap menjadikan partisipasi masyarakat sebagai kekuatan utama.

“Yang saya senang, teman-teman tidak ada yang tanya ini ada gajinya atau tidak. Karena di saat-saat darurat seperti ini, kegotongroyongan yang perlu diutamakan,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu.

Sementara itu, Penasehat G6MAN, Hardi menjelaskan bahwa gerakan yang dibacanya sebagai geneman itu lahir dari semangat kolaborasi. Komunitas ini terdiri dari berbagai unsur masyarakat yang ingin berkontribusi terhadap perbaikan infrastruktur secara cepat dan tepat.

“G6MAN ini diinisiasi teman-teman yang niatnya untuk membantu dan berkolaborasi dengan pemerintah dalam pengabdian kepada masyarakat. Fokus kami terutama pada penambalan jalan,” ungkap Hardi yang juga menjabat Sekcam Watulimo.

Ia berharap keberadaan Satgas DAYA menjadi wadah kolaboratif antara komunitas, pemerintah, dan warga dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur publik.

Sebagai langkah awal, Satgas DAYA bersama warga dan Pemkab Trenggalek melakukan aksi penambalan jalan secara swadaya di Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo, sebagai simbol dimulainya gerakan tersebut.

Berita Terkait

Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli
Bupati Trenggalek dan Istri Pakai Baju Adat Suku Asmat saat Pengibaran Bendera
Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare
Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang
Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG
HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya
Filial Bulog KP Karangsoko Diresmikan Emil Dardak, Siap Perkuat Cadangan Pangan
Dispora Trenggalek Sambangi Juara Internasional MCGG, Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Hasil Uji Lab MBG Trenggalek Temukan Bakteri Bacillus Cereus dan E. Coli

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Korban Diduga Keracunan MBG Trenggalek Jalani Perawatan, Alami Dehidrasi Hingga Diare

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIB

Dugaan Keracunan MBG Trenggalek Berdampak pada 549 Orang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:07 WIB

HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya

Berita Terbaru