Kunjungan Destinasi Wisata Trenggalek Tahun 2025 Turun, Ini Penyebabnya

Senin, 5 Januari 2026 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pemasaran atau Promosi Pariwisata Disparbud Trenggalek, Bambang Supriyadi saat dikonfirmasi awak media Senin (5/1/2026).

Kepala Bidang Pemasaran atau Promosi Pariwisata Disparbud Trenggalek, Bambang Supriyadi saat dikonfirmasi awak media Senin (5/1/2026).

RagamWarta.com – Jumlah kunjungan destinasi wisata Trenggalek tahun 2025 tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan atau disingkat Disparbud Trenggalek menunjukkan, penurunan terjadi baik pada sektor destinasi wisata maupun perhotelan.

Kepala Bidang Pemasaran atau Promosi Pariwisata Disparbud Trenggalek, Bambang Supriyadi menyampaikan bahwa pada tahun 2025 jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata tercatat sebanyak 900.437 orang.

Sementara wisatawan yang menginap di hotel mencapai 55.292 orang, sehingga total pergerakan wisatawan sepanjang 2025 berada di angka 955.729 orang.

“Jika dibanding tahun 2024, memang ada penurunan. Pada 2024, kunjungan destinasi wisata mencapai 1.054.191 orang dan wisatawan hotel sebanyak 62.276 orang, dengan total pergerakan wisatawan 1.116.467 orang,” kata Bambang saat dikonfirmasi awak media, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan, jika dihitung secara keseluruhan, penurunan pergerakan wisatawan di Trenggalek pada tahun 2025 mencapai sekitar 160.738 orang atau setara 14 persen dibandingkan tahun lalu.

Menurut Bambang, terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi menurunnya kunjungan wisata di Trenggalek sepanjang 2025. Pertama adalah anomali iklim dan cuaca yang terjadi hampir sepanjang tahun.

“Musim penghujan di Trenggalek tahun 2025 ini berlangsung hampir sepanjang tahun. Kondisi cuaca seperti ini sangat berpengaruh terhadap pergerakan wisatawan, terutama wisata pantai,” ujarnya.

Faktor kedua adalah beroperasinya Jalur Lintas Selatan (JLS) di wilayah Tulungagung dan Blitar. Kehadiran jalur tersebut membuka akses ke banyak destinasi wisata baru yang saat ini tengah ramai dikunjungi wisatawan.

“Destinasi di sepanjang JLS Tulungagung–Blitar saat ini masih tergolong baru dan ramai di media sosial. Itu cukup banyak menyedot wisatawan yang sebelumnya berkunjung ke destinasi wisata yang sudah ada,” jelas Bambang.

Selain itu, persaingan antar daerah dalam menghadirkan destinasi wisata juga menjadi faktor lain.

Bambang menyebut, banyak daerah saat ini berlomba-lomba membuka destinasi baru terutama yang dikelola pihak swasta atau investor.

“Di daerah lain banyak muncul destinasi wisata baru yang menawarkan pengalaman berbeda. Sementara di Trenggalek, destinasi baru pertumbuhannya belum terlalu tinggi dan masih didominasi wisata pantai,” katanya.

Meski demikian, Bambang menegaskan bahwa wisata pantai masih menjadi tulang punggung pariwisata Trenggalek.

Sejumlah pantai seperti Pantai Mutiara dan Pantai Pasir Putih Karanggongso tetap mencatat angka kunjungan tertinggi sepanjang tahun 2025.

Disparbud Trenggalek optimistis, dengan perbaikan cuaca, penguatan promosi, serta peningkatan kualitas destinasi, kunjungan wisata ke Trenggalek ke depan dapat kembali meningkat.

“Kami berharap setelah euforia destinasi baru di daerah lain mereda, wisatawan kembali memilih destinasi yang sudah mapan dan memiliki daya tarik alam yang kuat seperti di Trenggalek,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Persiapan Angkutan Pelajar Trenggalek Dirombak, Awali dengan Survei Peminatan
GMNI Trenggalek Datangi Kantor Dewan, Tuntut Revisi UU TNI dan Perpol 2025
SPPG Trenggalek Banyak Terkendala Perizinan, UMKM Ikut Terdampak
Tumpas Knalpot Brong, Satlantas Trenggalek Suruh Kembalikan Motor ke Setelan Pabrik
LPS ke Trenggalek, Ingatkan UMKM Pentingnya Manajemen Keuangan dan Bahaya Investasi Ilegal
Truk untuk KDKMP Trenggalek Disalurkan, Berikut 14 Desa Penerimanya
Rapor SPPG Segera Diterapkan, Pemkab Trenggalek Siapkan Sistem Penilaian Kualitas MBG
MBG Menu Basah Diterapkan, Menu Kering dan Rapel Tak Lagi Diperbolehkan

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 16:09 WIB

Persiapan Angkutan Pelajar Trenggalek Dirombak, Awali dengan Survei Peminatan

Selasa, 14 April 2026 - 17:03 WIB

GMNI Trenggalek Datangi Kantor Dewan, Tuntut Revisi UU TNI dan Perpol 2025

Senin, 13 April 2026 - 17:05 WIB

SPPG Trenggalek Banyak Terkendala Perizinan, UMKM Ikut Terdampak

Rabu, 8 April 2026 - 15:04 WIB

LPS ke Trenggalek, Ingatkan UMKM Pentingnya Manajemen Keuangan dan Bahaya Investasi Ilegal

Selasa, 7 April 2026 - 18:06 WIB

Truk untuk KDKMP Trenggalek Disalurkan, Berikut 14 Desa Penerimanya

Berita Terbaru