RagamWarta.com – Kasus narkoba di Trenggalek 2025 menunjukkan tren peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Meski tidak ada kasus yang menonjol, Badan Narkotika Nasional Kabupaten disingkat BNNK Trenggalek mencatat kenaikan jumlah penyalahguna berdasarkan data penanganan dan rujukan dari aparat penegak hukum.
Kepala BNNK Trenggalek, AKBP Wiji Rahayu menyampaikan bahwa peningkatan tersebut tidak serta-merta mencerminkan melonjaknya kejahatan narkoba, melainkan juga dipengaruhi oleh intensitas kegiatan pencegahan dan penindakan yang semakin diperkuat.
“Kalau dibiarkan tentu kita tidak tahu perkembangannya. Ketika kegiatan pencegahan dan deteksi ditingkatkan, otomatis kasus-kasus itu bisa terdata,” kata AKBP Wiji Rahayu saat dikonfirmasi awak media, Senin (19/1/2026).
Selain faktor peningkatan deteksi, BNNK Trenggalek juga menilai kemudahan akses keluar-masuk wilayah menjadi salah satu penyebab naiknya angka penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, sebagian pengedar berasal dari kabupaten atau kota tetangga yang memanfaatkan mobilitas antarwilayah.
“Terus terang, untuk pengedar atau penjual itu banyak yang berasal dari luar daerah. Akses ke Trenggalek sekarang semakin terbuka,” ujarnya.
Dalam pemetaan wilayah, Kecamatan Durenan disebut sebagai salah satu daerah yang cukup rentan. Kerentanan tersebut dipengaruhi oleh karakter wilayah yang terbuka, aktivitas masyarakat yang tinggi, serta keberadaan tempat wisata dan lokasi berkumpul warga dari berbagai daerah.
“Wilayah seperti Durenan relatif terbuka. Ada tempat liburan, tempat nongkrong, dan banyak orang dari luar daerah yang datang dan berkumpul,” jelasnya.
Pencegahan tetap menjadi prioritas utama BNNK Trenggalek
Sepanjang 2025, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi dan penyuluhan ke sekolah-sekolah, desa, serta komunitas masyarakat, sebagai langkah menekan laju penyalahgunaan narkoba di daerah.
Ke depan, BNNK Trenggalek berharap kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan, dapat semakin diperkuat agar tren kasus narkoba di Trenggalek 2025 tidak terus meningkat dan wilayah rawan dapat ditekan secara berkelanjutan.






