RagamWarta.com – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini merealisasikan pembangunan sembilan tower Telkomsel di sejumlah wilayah blank spot Kabupaten Trenggalek.
Bantuan infrastruktur telekomunikasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan komunikasi dan akses internet bagi masyarakat, khususnya di daerah yang selama ini mengalami keterbatasan sinyal.
Tak ayal kehadiran tower disambut antusias warga, mengingat selama ini akses komunikasi di wilayah tersebut kerap terkendala jaringan.
“Hari ini penyerahan bantuan 9 tower yang ada di Kabupaten Trenggalek. Di Kecamatan Dongko sendiri ada 3 tower atau 3 titik sinyal baru yang dibangun dan kami bermitra dengan Telkomsel,” ujar Novita.
Ia menegaskan, pemilihan Telkomsel sebagai mitra bukan tanpa alasan. Menurutnya, Telkomsel merupakan bagian dari BUMN yang patut didukung agar terus berkembang di negeri sendiri.
“Karena Telkomsel salah satu BUMN kita yang harus kita dorong. Kita harus bangga dan kuatkan. Ada beberapa tawaran sebenarnya merek-merek sinyal seperti Starlink dan lain sebagainya, tapi saya tetap mendorong agar BUMN yang harus berkarya dan berjaya di rumah sendiri,” jelasnya.
Novita berharap keberadaan sembilan tower baru tersebut dapat memberikan manfaat luas, mulai dari mendukung proses belajar siswa, memperkuat aktivitas UMKM, hingga mempercepat pelayanan administrasi desa yang kini berbasis internet.
Ia mencontohkan pengalaman saat melakukan kunjungan ke desa-desa, di mana warga harus mengantre hingga satu jam hanya untuk mencetak KTP karena jaringan internet tidak tersedia.
“Semoga ini bisa mempercepat layanan bagi masyarakat,” tandasnya.
Dalam kesempatan ini, Istri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ini juga memastikan akan terus memperjuangkan wilayah lain yang masih belum terjangkau sinyal.
Ia mengaku persoalan blank spot di Trenggalek sudah ia temui sejak masa kampanye pertamanya pada 2014, namun baru dapat terealisasi setelah duduk di Komisi VII DPR RI.
Sementara itu, Branch Manager Telkomsel wilayah Madiun dan Trenggalek menambahkan, pembangunan sembilan titik tersebut merupakan tambahan dari infrastruktur yang sudah ada.
“Seperti yang disampaikan oleh Bu Novita, ada 9 titik baru. Sebenarnya ini tambahan existing yang sudah ada. Kebetulan tempatnya Trenggalek dan totalnya sekarang kita punya 146 titik tower di Trenggalek,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sembilan tower tersebut difokuskan pada wilayah yang sebelumnya belum terjangkau sinyal atau memiliki kualitas jaringan kurang baik.
“9 ini memang tambahan baru untuk beberapa spot yang belum ada sinyal atau kualitasnya belum bagus. Mudah-mudahan bisa memberi manfaat lebih bagi masyarakat,” pungkasnya.






