RagamWarta.com – Sedikitnya ada 58 jemaah umroh asal Trenggalek dilaporkan masih tertahan di Arab Saudi di tengah memanasnya situasi Timur Tengah belakangan ini.
Data tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, Subkan Hamzah berdasarkan kabar terakhir yang diterima dari sejumlah biro perjalanan.
Subkan menjelaskan bahwa puluhan jemaah tersebut terdiri dari mereka yang masa tinggalnya sebenarnya sudah habis maupun yang baru tiba beberapa waktu terakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kabar yang kita terima ada 58 jemaah yang bertahan di Arab Saudi sampai sekarang. Baik yang sudah habis waktunya ataupun yang mungkin baru sampai,” ujarnya Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, sebagian besar jemaah yang saat ini dijadwalkan segera pulang berangkat pada pertengahan Februari lalu. Ia menyebut durasi umroh rata-rata sekitar 12 hari.
“Kalau yang sekarang sudah setelah mau pulang tentunya ya mungkin pertengahan Februari kemarin karena lamanya umroh itu kurang lebih sekitar 12 hari,” jelasnya.
Sementara untuk rombongan terakhir yang terpantau ada keberangkatan pada tanggal 26 bulan lalu. Informasi yang diterimanya menyebut sebagian jemaah berangkat dari Muntilan, serta ada pula yang melalui travel dari Jember.
“Yang terakhir kali yang kita terima kabarnya itu tanggal 26 kemarin, yang dari Muntilan itu ada beberapa yang tanggal 26 juga berangkat lewat travelnya mungkin dari Jember,” terangnya.
Terkait asal keberangkatan, Subkan mengaku tidak seluruh jemaah umroh diberangkatkan melalui biro perjalanan yang berbasis di Trenggalek. Ia mencontohkan salah satu jemaah yang sebelumnya berangkat dari Surabaya.
“Kalau itu kita tidak tahu persis, tapi kalau biro Trenggalek karenanya Jabal Noor itu yang memberangkatkan tentu kalau dengan sekian banyak kira-kira kok tidak semuanya. Beda-beda,” katanya.
Kemenhaj Imbau Tunda Keberangkatan
Menyikapi kondisi yang berkembang di Timur Tengah, Kemenag Trenggalek mengimbau masyarakat yang belum berangkat agar menunda perjalanan umroh untuk sementara waktu.
“Kalau yang belum berangkat ya karena memang sekarang sudah hampir terakhir ya mohon untuk ditunda dulu,” tegas Subkan.
Bagi jemaah yang saat ini masih berada di Arab Saudi, pihaknya berharap situasi segera kondusif sehingga mereka dapat kembali ke tanah air dengan selamat.
“Dan yang ada di sana ya kita berdoa semoga saja kondisinya segera mereda dan bisa pulang dengan selamat,” pungkasnya.






