Tarif Lapak Event Agustus Terlalu Mahal, PKL Alun-alun Trenggalek Sambat Dewan

Kamis, 17 Juli 2025 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meida Fissabilla, perwakilan PKL Trenggalek sambat DPRD saat dituntut bayar sewa yang dinilai kemahalan saat event Agustus mendatang.

Meida Fissabilla, perwakilan PKL Trenggalek sambat DPRD saat dituntut bayar sewa yang dinilai kemahalan saat event Agustus mendatang.

RagamWarta.com – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di kawasan alun-alun Trenggalek datangi gedung DPRD Trenggalek.

Mereka menyuarakan keresahan atas mahalnya tarif sewa lapak yang dipatok oleh Event Organizer (EO) untuk kegiatan yang rencananya digelar Agustus mendatang.

Perwakilan PKL, Meida Fissabilla menyatakan bahwa langkah ini dilakukan sebagai upaya memperjuangkan hak para pedagang kecil agar bisa tetap berjualan tanpa beban biaya berlebihan. Ia menilai tarif yang ditetapkan EO sangat memberatkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita mendukung Kabupaten Trenggalek untuk meningkatkan UMKM, tapi jangan mencekik kami para PKL. Harga yang ditentukan EO terlalu tinggi,” ujar Meida, Kamis (17/7/2025).

Dijelaskan Meida, tarif sewa untuk lapak di dalam area alun-alun selama event mencapai Rp750.000 hingga Rp1.000.000, belum termasuk biaya listrik harian. Sementara harga sewa stand tenda bahkan mencapai Rp3 juta hingga Rp4,5 juta per unit.

Meida juga menyayangkan tidak adanya realisasi dari wacana yang sempat beredar, yaitu memprioritaskan PKL yang memang sudah rutin berjualan di area alun-alun.

“Faktanya nol besar. Kita tetap diwajibkan membayar ke EO dengan harga yang mencekik,” tegasnya.

Meski begitu, Meida menyampaikan bahwa pertemuannya dengan Anggota DPRD Trenggalek membawa angin segar bagi para PKL. Ia mengapresiasi respons cepat yang diberikan wakil rakyat Trenggalek.

“Alhamdulillah, dari pihak anggota dewan dan komisi sudah sangat membantu. Teman-teman PKL diperbolehkan berjualan gratis, atau hanya membayar sesuai ketentuan Perbub Trenggalek,” ungkapnya.

Terakhir, pihaknya berharap Pemkab Trenggalek tetap membuka ruang partisipasi bagi pelaku UMKM lokal tanpa memberatkan.

“Silakan bikin event sebesar mungkin, tapi jangan mencekik rakyat kecil. Itu saja yang kami perjuangkan di sini,” pungkas Meida.

Berita Terkait

Kecelakaan Renang di Trenggalek, Siswi Kelas IV SD Jadi Korban
Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat
Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel
Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok
Dua Kebakaran Terjadi di Tasikmadu Trenggalek dalam Sehari, Kerugian Capai Rp15 Juta
Hasil Pemeriksaan Makanan MBG SPPG Karangan Terungkap, Bacillus Cereus Ditemukan
Lapak UMKM FJTT 2026 Dibobol, 2 Stan Jadi Sasaran
Patroli Gentong Polres Trenggalek Bergerak Bantu Warga Hadapi Kemarau Panjang

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Dua Kebakaran Terjadi di Tasikmadu Trenggalek dalam Sehari, Kerugian Capai Rp15 Juta

Selasa, 29 September 2026 - 16:13 WIB

Hasil Pemeriksaan Makanan MBG SPPG Karangan Terungkap, Bacillus Cereus Ditemukan

Berita Terbaru