Pameran Jaranan Meriahkan Festival Jaranan Trenggalek 2025

Senin, 29 September 2025 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panitia tengah memberi edukasi pengunjung tentang pengetahuan seputar barongan yang belum diberi warna.

Panitia tengah memberi edukasi pengunjung tentang pengetahuan seputar barongan yang belum diberi warna.

RagamWarta.com – Festival Jaranan Trenggalek Terbuka ke-29 tahun 2025 hadir dengan sesuatu yang berbeda. Perbedaan terletak pada pameran barongan yang berlangsung di Pendopo Manggala Praja Nugraha mulai 28 September hingga 4 Oktober 2025.

Dengan begitu, untuk pertama kalinya sejak festival ini digelar hampir tiga dekade, masyarakat tidak hanya disuguhi penampilan kesenian Turonggo Yakso maupun jaranan dari berbagai daerah.

Pameran ini tidak sekadar pelengkap festival. Panitia menegaskan bahwa pameran ini menjadi sarana untuk menghimpun data, informasi, dan pengetahuan seputar kesenian jaranan di Trenggalek.

Seperti penjelasan Jati Pramudya selaku tim riset pameran barongan menjelaskan bahwa lewat pameran pengunjung diajak mengenal jaranan tidak hanya lewat panggung pertunjukan, tetapi juga melalui arsip, artefak, serta karya kreatif yang ditampilkan.

“Pameran ini ditujukan sebagai pancingan untuk menghimpun data, informasi, maupun pengetahuan dari pengunjung, penggiat, dan berbagai sumber lain,” ungkapnya saat pembukaan, Minggu (28/92025).

Panitia pameran barongan jelaskan filosofi bentuk barongan pada rombongan Bupati Trenggalek.

Menurutnya, informasi dari masyarakat bisa sangat berharga. Misalnya berupa arsip, pengetahuan, hingga cerita lama yang dapat memperkaya pemahaman tentang sejarah jaranan di Trenggalek.

Pameran barongan kali ini dibagi dalam beberapa bagian. Mulai arsip, artefak, proses pembuatan properti, pameran barongan umum, karya kontemporer, diskusi, hingga pertunjukan seni.

Dengan konsep pameran barongan yang dipajang di Pendopo seperti ini, diharapkan menjadi ruang bertukar ilmu dan memperluas spektrum pengetahuan tentang jaranan.

“Festival jangan hanya dimaknai sebatas lomba. Lebih dari itu, kita perlu merasakan keriuhan budaya jaranan. Pameran ini diharapkan menambah khazanah, suasana baru, sekaligus ruang inkubasi untuk mengenal jaranan melalui bahasa visual,” tutup salah satu perupa di Trenggalek itu.

 

Berita Terkait

Objek Diduga Cagar Budaya di Trenggalek Berinskripsi 1168 M Ditemukan Tak Sengaja Saat CFD
Tak Hanya Doa Bersama, Megengan di Masjid Ar-Ridlo Kedunglurah Diisi Lomba Anak
Longkangan di Teluk Sumbreng Tambah Deretan Warisan Budaya Takbenda Asal Trenggalek
Kirab Pusaka Trenggalek, Mas Ipin Jalan Kaki 3,5 Km Sambil Bagikan Sedekah
Mas Ipin Pimpin Jamasan Pusaka, Ritual Sakral Jelang Hari Jadi Trenggalek
Metri Bumi, Cara Bupati Trenggalek Lestarikan Adat dan Jaga Sumber Air
Belajar dari Perkara Arca Durga Kamulan, Disparbud Berharap Segera ada Museum di Trenggalek
Perkumpulan Tosan Aji Parikesit Trenggalek Pamerkan 50 Pusaka di Malaysia

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 18:08 WIB

Objek Diduga Cagar Budaya di Trenggalek Berinskripsi 1168 M Ditemukan Tak Sengaja Saat CFD

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:03 WIB

Tak Hanya Doa Bersama, Megengan di Masjid Ar-Ridlo Kedunglurah Diisi Lomba Anak

Selasa, 14 Oktober 2025 - 16:06 WIB

Longkangan di Teluk Sumbreng Tambah Deretan Warisan Budaya Takbenda Asal Trenggalek

Senin, 29 September 2025 - 10:08 WIB

Pameran Jaranan Meriahkan Festival Jaranan Trenggalek 2025

Minggu, 31 Agustus 2025 - 15:07 WIB

Kirab Pusaka Trenggalek, Mas Ipin Jalan Kaki 3,5 Km Sambil Bagikan Sedekah

Berita Terbaru