Ulat Ditemukan di Menu MBG PPPG Karangsoko 2, SMPN 1 Trenggalek Kembali Layangkan Keluhan

Kamis, 16 Oktober 2025 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SMPN 1 Trenggalek, Mokhamad Amir Mahmud memperlihatkan daftar keluhan yang dilayangkan ke dapur PPPG Karangsoko 2.

Kepala SMPN 1 Trenggalek, Mokhamad Amir Mahmud memperlihatkan daftar keluhan yang dilayangkan ke dapur PPPG Karangsoko 2.

RagamWarta.com – Program Makan Bergizi (MBG) di Trenggalek kembali menuai keluhan. Kali ini, siswa SMPN 1 Trenggalek menemukan ulat di salah satu porsi makanan yang dikirim dari dapur PPPG Karangsoko 2, Rabu (15/10/2025).

Kepala SMPN 1 Trenggalek, Mokhamad Amir Mahmud membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menjelaskan, ulat itu ditemukan dalam sayur saat proses pengemasan makanan berlangsung di sekolah.

“Hari ini (kemarin) kebetulan ada makanan yang di dalamnya terdapat ulat, kemungkinan di sayurnya. Ulatnya sudah mati, diketahui oleh siswa dan langsung kami ganti dengan porsi lain,” ujar Amir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Begitu menerima laporan dari siswa, pihak sekolah segera membawa makanan tersebut ke tempat transit MBG untuk diganti dengan menu lain yang masih tersedia. Menu bermasalah itu diketahui berasal dari dapur PPPG Karangsoko 2.

“Kalau temuan ulat, ini sudah yang kedua kalinya,” tambah Amir.

Selain kasus ulat, Amir menyebut sekolah juga pernah menerima keluhan lain terkait mutu lauk pauk, terutama ikan lele yang berbau amis. Ia menduga hal itu terjadi karena proses memasak yang kurang matang.

“Pernah juga lauknya ikan lele berbau amis, tapi jumlahnya sedikit. Karena dianggap tidak layak, kami langsung menggantinya,” jelasnya.

Menurut Amir, pihak sekolah telah melaporkan berbagai permasalahan tersebut kepada penyedia lebih dari dua kali. Namun program MBG tetap dijalankan mengingat jumlah penerima manfaat cukup besar.

“Total penerima manfaat di SMPN 1 Trenggalek sekitar 873 siswa, ditambah guru wali kelas, jadi kurang lebih 900 orang,” paparnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa keterlambatan pengiriman makanan pernah membuat sekolah memulangkan siswa lebih awal. Saat itu, sebagian besar porsi belum datang hingga jam belajar berakhir.

“Pernah kami terpaksa memulangkan anak-anak karena separuh porsi belum tersedia. Setelah itu kami koordinasi dengan pihak dinas dan Sabtunya kami diberi dua porsi sebagai pengganti,” ungkapnya.

Amir berharap persoalan seperti ini tidak terulang kembali. Ia menilai, meski program MBG sangat membantu siswa dari keluarga kurang mampu, pengawasan terhadap kualitas makanan perlu lebih diperketat.

“Program ini bagus, hanya perlu pengawasan lebih ketat agar makanan benar-benar layak dan aman dikonsumsi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kecelakaan Renang di Trenggalek, Siswi Kelas IV SD Jadi Korban
Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat
Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel
Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok
Dua Kebakaran Terjadi di Tasikmadu Trenggalek dalam Sehari, Kerugian Capai Rp15 Juta
Hasil Pemeriksaan Makanan MBG SPPG Karangan Terungkap, Bacillus Cereus Ditemukan
Lapak UMKM FJTT 2026 Dibobol, 2 Stan Jadi Sasaran
Patroli Gentong Polres Trenggalek Bergerak Bantu Warga Hadapi Kemarau Panjang

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kecelakaan Renang di Trenggalek, Siswi Kelas IV SD Jadi Korban

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Dua Kebakaran Terjadi di Tasikmadu Trenggalek dalam Sehari, Kerugian Capai Rp15 Juta

Berita Terbaru