Video KDRT di Pule Trenggalek, Ini Fakta dan Penjelasan Polisi serta RSUD

Senin, 2 Maret 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar video kekerasan yang viral di Trenggalek, Minggu (1/3/2026).

Tangkapan layar video kekerasan yang viral di Trenggalek, Minggu (1/3/2026).

RagamWarta.com – Video KDRT di Pule Trenggalek menjadi perhatian publik setelah rekaman penganiayaan seorang perempuan beredar luas di media sosial.

Kepolisian memastikan pria berkaus Samapta dalam video tersebut bukan anggota Polri. Di sisi lain, pihak rumah sakit membenarkan korban sempat menjalani perawatan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Rekaman berdurasi 44 detik itu memperlihatkan seorang pria memukul perempuan di tepi jalan Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam video tersebut, pria yang mengenakan kaus bertuliskan Samapta Bhayangkara tampak melakukan pemukulan dengan tangan kosong hingga menggunakan potongan kayu.

Menanggapi narasi yang menyebut pelaku merupakan anggota kepolisian, Kasi Humas Polres Trenggalek AKP Katik membantah tegas kabar tersebut.

“Bukan, bukan anggota polisi itu, dia itu dulu adalah residivis curanmor,” kata Katik, Minggu (1/3/2026).

Kronologi Versi Kepolisian

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diketahui berinisial ED (33), asal Palembang, Sumatera Selatan.

Peristiwa dalam video KDRT di Pule Trenggalek itu diduga bermula saat korban hendak pulang ke kampung halamannya menggunakan travel.

Korban disebut merasa tidak nyaman tinggal bersama suaminya di Trenggalek. Saat mengetahui korban berada di dalam kendaraan travel, sang suami mengejar hingga wilayah Desa Jati, Kecamatan Karangan, dan memaksa korban turun.

“Di situ sempat terjadi kekesaran, kemudian kejadian berikutnya terjadi di depan bengkel di Video KDRT di Pule TrenggalekDesa Karanganyar, Kecamatan Pule, korban dianiaya seperti dalam video,” ujar Katik.

Dalam rekaman yang beredar, keduanya terlihat terlibat cekcok di pinggir jalan. Saat korban hendak naik sepeda motor, pelaku menghantam kepala korban dengan siku.

Korban sempat membalas dengan melempar sandal, namun pelaku kembali mengejar dan melakukan pemukulan berulang kali. Pada bagian akhir video, pelaku terlihat membawa potongan balok kayu dan sempat memukulkannya ke arah kepala korban.

Meski belum ada laporan resmi terkait dugaan penganiayaan tersebut, polisi tetap melakukan penyelidikan.

“Meski belum ada laporan, kami tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah peristiwa penganiayaan benar terjadi, kapan dan di mana kejadiannya, serta siapa pihak yang terlibat,” tegas Katik.

Tim Inafis Satreskrim Polres Trenggalek telah melakukan identifikasi dan pemeriksaan guna memastikan penyebab kematian korban.

Penanganan Medis di RSUD dr. Soedomo Trenggalek

Di sisi lain, pihak RSUD dr. Soedomo Trenggalek membenarkan adanya pasien perempuan berinisial ED (33) yang masuk ke Instalasi Gawat Darurat pada Minggu pagi.

Humas RSUD, Sujiono, mengatakan pasien datang sekitar pukul 07.00 WIB dalam kondisi rujukan dari Puskesmas Pule.

“Pasien datang menggunakan ambulans Puskesmas dan mendapatkan penanganan medis,” kata Sujiono.

Namun, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WIB pada hari yang sama. Hasil diagnosis medis menunjukkan adanya cairan intoksikasi herbisida di dalam tubuh korban, serta riwayat penyakit ginjal.

“Pihak keluarga korban meminta jenazah dipulangkan ke Palembang, Sumatera Selatan,” terang Sujiono.

Saat ini, pihak rumah sakit masih berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait proses pemulangan jenazah, mengingat jarak yang cukup jauh.

Kasus dalam video KDRT di Pule Trenggalek ini pun masih dalam pendalaman aparat kepolisian untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh, termasuk kemungkinan keterkaitan antara dugaan penganiayaan dan penyebab kematian korban.

Berita Terkait

Lahan di Desa Gayam Panggul Kebakaran, Puntung Rokok yang Disalahkan
Perampas Kalung di Trenggalek Berhasil Ditangkap Polisi
Bantuan Sosial Kemensos Trenggalek Rp191 Juta Disalurkan ke 68 Warga, Ini Syarat Penerimanya
Pegawai DPMD Trenggalek Ditemukan Meninggal di Mushola, di Duga Serangan Jantung
Vonis Masduki Bertambah, Total Hukuman Jadi 11 Tahun Penjara
Fortuner Tertimpa Batu di Trenggalek-Ponorogo Km 16, Jalur Ditutup Total Sementara
Balita di Banaran Tenggelam di Kubangan Galian C, Diduga Terpeleset Saat Bermain
Pelaku Arisan Bodong Trenggalek Ditangkap, Sempat Kabur ke Timor Leste

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 19:07 WIB

Lahan di Desa Gayam Panggul Kebakaran, Puntung Rokok yang Disalahkan

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:04 WIB

Perampas Kalung di Trenggalek Berhasil Ditangkap Polisi

Rabu, 29 April 2026 - 18:04 WIB

Bantuan Sosial Kemensos Trenggalek Rp191 Juta Disalurkan ke 68 Warga, Ini Syarat Penerimanya

Jumat, 24 April 2026 - 16:22 WIB

Pegawai DPMD Trenggalek Ditemukan Meninggal di Mushola, di Duga Serangan Jantung

Kamis, 23 April 2026 - 19:08 WIB

Vonis Masduki Bertambah, Total Hukuman Jadi 11 Tahun Penjara

Berita Terbaru

Plt Kepala MIN 1 Trenggalek, Sanusi usai ikuti hearing di kantor DPRD Trenggalek, Rabu (15/7/2026).

Berita

MIN 1 Trenggalek Ngaku Pengadaan LKS Keputusan Komite

Rabu, 15 Jul 2026 - 19:07 WIB

Suasana hearing antara antara wali murid MIN 1 Trenggalek dengan pihak sekolah di gedung DPRD Trenggalek.

Parlemen

Harga LKS Kemahalan, Wali Murid MIN 1 Trenggalek Wadul Dewan

Rabu, 15 Jul 2026 - 19:07 WIB