RAGAM WARTA – Pemkab Trenggalek sepertinya sangat serius dalam mencegah kelainan kesehatan pada tumbuh kembang anak (stunting). Hal tersebut nampak dari masifnya kampanye stunting hingga di pelosok desa-desa.
Seperti yang diketahui stunting merupakan salah satu masalah kesehatan pada anak yang diakibatkan gizi buruk. Pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) organ vital anak mulai berkembang. Dan pada masa ini merupakan kesempatan emas.
Karena stunting sudah menjadi kasus kesehatan nasional, Pemkab Trenggalek melakukan berbagai inisiasi. Mulai dari rembuk stunting, Posyandu, sampai mengkolaborasikan dengan kegiatan Safari Ramadhan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti yang dilakukan Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara saat berada, di Desa Salam Wates, Kecamatan Dongko, Rabu (5/4/23).
Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara menghimbau gagal tumbuh kembang anak (Stunting) dapat dicegah dengan membangun keluarga yang harmonis.
“Tandanya harmonis itu rukun, saling menjaga, saling mengasihi antara satu anggota keluarga dengan anggota keluarga yang lain,” ucap Syah.
Selain itu, kasus stunting juga tidak lepas dari keadaan ekonomi dalam suatu keluarga. Sehingga pihaknya sangat mendukung upaya penguatan perempuan di kota tempe kripik ini.
“Jika perempuan mempunyai penghasilan, dan digunakan membeli tambahan nutrisi, dan biaya pendidikan anak. Cita-cita kita memiliki generasi emas yang berkualitas dapat tercapai dengan salah satunya mendorong ini,” imbuh Syah.
Wakil Bupati muda Trenggalek ini juga menghimbau pencegahan perkawinan dini. Menurut Syah, dengan belum matangnya usia perkawinan menjadi salah satu faktor stunting.
“Pada pernikahan muda, anak belum siap secara fisik, apalagi secara financial. Bila dipaksakan tentunya akan menambah beban hidup orang tua,” pungkasnya usai giat Safari Ramadhan.






