RagamWarta.com – Forum Masyarakat Peduli Anak (FMPA) geruduk kantor DPRD Trenggalek. Kedatangan mereka ingin menuntut keadilan atas perkara yang merenggut 3 nyawa di Kolam Renang Tirta Jwalita, Minggu (04/6/2023) lalu.
Kedatangan FMPA di kantor DPRD Trenggalek disambut dua komisi sekaligus. Yang pertama komisi 1 yang membidangi Pemerintahan dan Hukum, dan kedua Komisi IV yang membidangi Kesejahteraan Rakyat.
“Hari ini kita menerima aspirasi dari Forum Masyarakat Peduli Anak, yang menyoroti berbagai peristiwa yang menyangkut anak. Salah satunya, peristiwa meninggalnya tiga anak di kolam renang Tirta Jwalita,” ungkap Alwi Burhanuddin selaku Ketua Komisi I DPRD Trenggalek, Kamis (20/7/2023).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dijelaskan Alwi, FMPA berharap jika kasus tersebut terus dikembangkan hingga menemukan siapa yang harus bertanggung. Pasalnya sesuai laporan dari kepolisian, kasus kolam renang milik Pemerintah Daerah ini sudah pada tahap penyelidikan.
“Kalau mau dilanjutkan ke tahap penyidikan, harus ada Laporan Polisi (LP). Dan, tadi FMPA meminta agar Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan anak yang membuat Laporan Polisi. Sementara saat ini Satgas masih akan mempelajari Tugas Pokok Fungsi (Tupoksi) sesuai yang tertulis di Surat Keputusan (SK),” jelasnya.
Ditempat yang sama, Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek Sukarodin juga ikut menanggapi perkara yang terjadi di kolam renang Tirta Jwalita. Pihaknya meminta kejadian seperti ini tidak terulang kembali.
“Wajibnya, peristiwa itu tidak boleh terulang kembali. Sehingga, mesti ada pencegahan preventif dan dievaluasi agar tidak terulang kembali,” tambah salah satu politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa ini.
Menanggapi perkara ini, Sukarodin juga minta ada pemeriksaan yang lebih detail, termasuk saat anak-anak masuk ke lokasi. Apakah melalui pintu masuk resmi atau tidak.
“Kita perlu cari tau yang pertama mereka punya karcis atau tidak. Kedua, mereka datang sendiri atau ada orang dewasa yang yang bertanggung jawab. Jadi kedepan kalau memang dibuka kembali, maka setiap anak yang masuk ke kolam renang harus ada orang dewasa yang bertanggung,” pintanya.
Terakhir, Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek ini menyayangkan jika Kolam Renang Tirta Jwalita terpaksa ditutup permanen. Lantas mau dikemanakan beragam fasilitas yang sudah ada disana.
“Kalau dari pandangan Komisi IV, andaikan itu ditutup tentu disayangkan. Fasilitas sebanyak itu mau digunakan untuk apa. Menurut kami, sebaiknya harus ada kajian yang lebih mendalam sebelum menentukan kebijakan,” pungkasnya.






