RagamWarta.com – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Trenggalek menggelar rapat kerja penyampaian laporan komisi atas Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) Prioritas Anggaran Plafon Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2023.
“Seluruh komisi sudah menyampaikan laporan hasil rapat di komisi masing-masing secara tertulis. Bahkan ada tambahan dalam sesi penyampaian laporan,” ucap Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Agus Cahyono usai memimpin rapat, Jumat (11/8/2023).
Menurut penjelasan Agus, ada beberapa point yang jadi fokus penanganan. Salah satunya yakni meminimalisir potensi Silpa. Pasalnya dari tahun ke tahun, Silpa Pemkab Trenggalek cenderung mengalami tren kenaikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dalam rapat selanjutnya, potensi- potensi yang akan menjadi Silpa akan kita sisir agar anggaran bisa tepat sasaran dan dinikmati oleh masyarakat Trenggalek,” terang salah satu politisi asal Partai Keadilan Sejahtera tersebut.
Pihaknya menyayangkan tingginya Silpa dari tahun ke tahun. Menurutnya hal ini merupakan sebuah kerugian, apalagi kondisi infrastruktur baik jalan dan sebagainya membutuhkan anggaran yang cukup besar.
“Potensi yang menjadi Silpa akan kita sisir untuk kegiatan diakhir tahun 2023. Sehingga, anggaran bisa bermanfaat dan berdampak langsung pada masyarakat. Kalau Silpanya tinggi, itu akan menjadi satu kerugian,” imbuhnya.
Pihaknya juga menambahkan seperti contoh usulan Komisi tentang pengentasan kemiskinan terutama bagi masyarakat yang mengalami kemiskinan ekstrim.
“Sebelumnya banyak yang program yang disediakan itu tidak relevan. Hal ini yang harus dirombak,” tuturnya.
Kemudian infrastruktur yang sifatnya kecil seperti kegiatan non tender atau penunjukan langsung selayaknya diprioritaskan. Menurut Agus, dari pada Silpa akan lebih bagus jika dialihkan ke sektor tersebut.
“Untuk jalan-jalan yang rusak parah, yang tidak perlu anggaran tender wajib diprioritaskan. Jadi alokasi anggaran yang berpotensi jadi Silpa akan kita alihkan sektor yang lebih membutuhkan,” pungkas Agus Cahyono.






