RagamWarta.com – Kembali ke leptop. Setelah disibukan dengan Pemilihan Umum Legislatif, anggota DPRD Trenggalek kembali pada rutinitasnya, yakni menyusun aturan perundang-undangan.
Salah satu alat kelengkapan dewan di DRPD Trenggalek yang mengawali rapat kerja yakni Komisi IV. Dipimpin oleh Sukarodin, Komisi IV DPRD Trenggalek mengundang leading sector mitra kerja.
“Agendanya hari ini kita bahas persiapan APBD 2024 bersama OPD mitra. Diantaranya Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, RSUD dr. Soedomo dan Rumah Sakit Panggul dan terakhir Disperinaker,” terang Sukarodin, Rabu (28/2/2024).
Dijelaskan Sukarodin, tujuannya memanggil Kepala Dinas Pendidikan untuk pemantapan kegiatan pembangunan masjid di area Gelanggang Olahraga (GOR) Gajah Putih milik Pemkab Trenggalek.
“Untuk Dinas Pendidikan karena ada kegiatan yang cukup besar yakni pembangunan masjid di GOR Gajah Putih. Dengan adanya penambahan fasilitas ini diharapkan bisa membuat pengunjung tambah nyaman,” ujarnya.
Sementara untuk Dinas Kesehatan, dijelaskan Sukarodin bahwa akan ada penganggaran untuk pembangunan gudang obat. Menurutnya, hingga saat ini Trenggalek belum memiliki gudang yang representatif, dan kesulitan jika harus menyetok obat.
“Ketika stok obat menipis, kita tidak bisa belanja obat secara maksimal. Maka di tahun 2024 iki kita ingin bangun gudang obat di Trenggalek,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Sukarodin juga berencana menambah honor kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Hal tersebut didasari karena masih rendahnya porsi anggaran untuk kader Jumantik di Trenggalek.
Sementara berkaitan dengan RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Sukarodin berpesan untuk segera menata food court di area rumah sakit. Selain itu pihaknya juga kembali ingatkan untuk segera merelokasi warung yang berada di depan Rumah Sakit.
“Kami minta untuk segera di fungsikan dan merelokasi warung yang masih ada di bagian depan RSUD. Ketika sudah bersih, amdal lalin nya segera terbangun dan lalu lintas menuju IGD diharapkan jadi lebih leluasa, tidak macet lagi,” tambahnya.
Yang terakhir adalah Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja. Dimana Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek ini kembali ingatkan sampai sejauh mana proses pembentukan BLK (Balai Latihan Kerja).
“Banyak stok anggaran baik dari pusat maupun dari provinsi. Namun syaratnya harus memiliki BLK. Ini kita lihat, apa yg kurang dan akan kita coba penuhi PAK tahun depan,” pungkasnya.






