RagamWarta.com – Nasib apes menimpa pemilik warung bakso yang ada di Jalan Raya Dongko-Kampak. Atap warungnya hancur terkena pecahan batu yang jatuh dari tebing dekat warung.
Dijelaskan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Triadi Atmono bahwa peristiwa tanah longsor tersebut terjadi di Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Trenggalek.
“Sebuah warung kejatuhan pecahan batu dari atas tebing. Sebelumnya, wilayah Dongko dan sekitarnya diguyur hujan, akibatnya kondisi tebing berbatu yang ada di ruas jalan Kampak-Dongko labil dan longsor,” jelasnya. Kamis (4/7/2024).
Meterial yang ambrol tersebut menimpa sebuah warung bakso sehingga mengalami kerusakan. Beruntung tidak ada korban jiwa akibat insiden jatuhnya batu tersebut.
“Untuk kerugian materiil sekitar satu juta rupiah. Beruntungnya tidak ada korban jiwa,” imbuh mantan Kasatpol PP Trenggalek itu.
Sementara itu, sejumlah petugas dari BPBD, dibantu TNI Polri dan masyarakat bersihkan material bebatuan yang berceceran di ruas jalan.
“Petugas gabungan dari TRC BPBD, TNI, polisi, masyarakat, dan sejumlah relawan melakukan upaya pembersihan material batu yang berada di jalan,” lanjutnya.
Sedangkan material longsor yang berupa bebatuan diletakkan di pinggir jalan. Untuk mengantisipasi tatkala terjadi longsor susulan.
Agar tidak menimbulkan banyak kerugian, beberapa perabotan yang ada di warung bakso tersebut juga diamankan dari lokasi kejadian.
“Warung dikosongkan, barang-barang yang ada di warung bakso dievakuasi dan dibawa pulang ke rumahnya pemilik warung,” sambungnya.
Triadi menyampaikan bahwa untuk saat ini arus lalu lintas sudah dapat dilewati dengan lancar. Meskipun demikian, dirinya mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada saat berkendara. Terlebih saat melintasi jalur rawan longsor.
“Arus lalu lintas lancar dan tidak terganggu. Imbauan bagi pengguna jalan untuk tetap berhati-hati saat berkendara, terlebih saat turun hujan,” tegasnya.
Di sisi lain, hujan diprediksi masih akan mengguyur Trenggalek hingga Minggu (7/7) mendatang. Oleh karena itu pihaknya meminta agar masyarakat Trenggalek tetap waspada.
“Sebetulnya saat ini sudah masuk musim kemarau, namun adanya gangguan gelombang Ekuatorial Rossby dan Madden-Julian Oscillation (MJO) menyebabkan peningkatan curah hujan,” ujarnya.






