Warga Karangrejo Tuntut Keadilan, Desak Pengusutan Kasus Pimpinan Ponpes yang Diduga Hamili Santriwati

Senin, 23 September 2024 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan warga Karangrejo, Kampak, Trenggalek datangi Balai Desa Sugihan Kampak tuntut pengusutan kasus pimpinan ponpes yang diduga hamili santriwatinya.

Ratusan warga Karangrejo, Kampak, Trenggalek datangi Balai Desa Sugihan Kampak tuntut pengusutan kasus pimpinan ponpes yang diduga hamili santriwatinya.

RagamWarta.com – Patuhi kesepakatan pihak berwenang, ratusan warga Desa Karangrejo luruk Kantor Desa Sugihan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek.

Aksi warga ini meminta ditemukan langsung dengan pelaku yang diduga telah menghamili santriwanti pondok pesantren Mambaul Hikam yang berada di Desa Sugihan, Kecamatan Kampak.

Namun nampaknya ratusan warga Karangrejo yang datang harus memendam kekecewaan karena terduga pelaku yang tidak lain adalah pimpinan ponpes tidak bisa dihadirkan dihadapan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu warga Desa Karangrejo yang bernama Imam Safi’i menjelaskan bahwa mediasi sempat berjalan alot, namun pihak berwenang telah mengungkapkan jika polisi sudah menaikkan kasus kali ke penyidikan.

“Hasil mediasi, polisi sudah menaikan kasus ke penyidikan,” ujar, Imam Safi’i, Senin (23/9/24) dini hari.

Pihaknya juga mengaku walaupun masyarakat menilai proses hukum atas kasus persetubuhan santriwati yang diduga dilakukan pimpinan pondok lambat, polisi memberi jaminan kasus ini ditangani secara serius.

“Sempat dijanjikan akan mendatangkan kyainya, tapi gagal. Karena dia berada di Kediri. Warga menunggu janji dari polisi akan menangani kasus ini dengan cepat,” ucapnya.

Warga Karangrejo juga diyakinkan oleh polisi, bahwasanya pihak berwenang akan melakukan upaya paksa terhadap terduga pelaku apabila ada yang menghalangi proses penyidikan.

“Polisi tidak dapat memastikan butuh berapa lama agar bisa menuntaskan kasus ini. Sedangkan keluarga korban minta segera dituntaskan,” terangnya.

Ditempat yang sama, Ketua PC GP Ansor Trenggalek, Agus Muhammad Izzudin Zakki menjelaskan komitmen dalam mengawal kasus tersebut. Warga menginginkan kasus ini agar cepat ditangani oleh polisi.

“Kami ingin kasus ini diselesaikan secara profesional. Semoga dalam waktu dekat penyidik Polres Trenggalek akan segera memanggil teduga pelaku atau pimpinan pondok pesantren,” harapnya.

Diketahui, korban merupakan santriwati dari terduka pelaku pimpinan Pondok Pesantren Mambaul Hikam yang berada di Desa Sugihan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Trenggalek. Namun hingga bayi korban lahir, kasus belum juga terselesaikan.

 

Berita Terkait

Kebakaran Showroom Motor di Trenggalek: 43 Unit Ludes Terbakar, Kerugian Tembus Rp700 Juta!
Kecelakaan Renang di Trenggalek, Siswi Kelas IV SD Jadi Korban
Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat
Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel
Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok
Dua Kebakaran Terjadi di Tasikmadu Trenggalek dalam Sehari, Kerugian Capai Rp15 Juta
Hasil Pemeriksaan Makanan MBG SPPG Karangan Terungkap, Bacillus Cereus Ditemukan
Lapak UMKM FJTT 2026 Dibobol, 2 Stan Jadi Sasaran

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Kebakaran Showroom Motor di Trenggalek: 43 Unit Ludes Terbakar, Kerugian Tembus Rp700 Juta!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kecelakaan Renang di Trenggalek, Siswi Kelas IV SD Jadi Korban

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok

Berita Terbaru