Kiai Cabul di Trenggalek dan Putranya Ajukan Keringanan Hukuman, Faktor Usai dan Sikap Sopan Jadi Alasan

Kamis, 26 September 2024 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (foto kiai M saat menjalani pers rilis di Polres Trenggalek)

Ilustrasi (foto kiai M saat menjalani pers rilis di Polres Trenggalek)

RagamWarta.com – Proses persidangan kasus pencabulan santri yang melibatkan seorang kiai berusia 72 tahun dan anaknya yang berusia 37 tahun terus berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Trenggalek.

Pada Senin (23/9), persidangan memasuki tahap penting, di mana terdakwa dan kuasa hukumnya menyampaikan nota pembelaan setelah sempat mengalami penundaan.

“Agenda persidangannya adalah pembelaan nota pembelaan dari penasehat hukum terdakwa,” jelas Ketua PN Trenggalek, Dian Nur Pratiwi saat dikonfirmasi awak media di KPU Trenggalek, Senin (23/9/2024).

Dijelaskan Dian, sidang yang awalnya dijadwalkan pada Kamis (19/9) ini, terpaksa ditunda karena tim pembela terdakwa tidak siap menyampaikan nota pembelaan pada waktu yang ditentukan.

Penasehat hukum terdakwa berfokus pada permohonan keringanan hukuman, dengan menekankan faktor usia terdakwa, sikap kooperatif selama persidangan, serta pengakuan bersalah yang jujur dari terdakwa.

“Mereka meminta keringanan mengingat usia terdakwa yang sudah lanjut dan sikap sopan serta kerja sama yang baik selama persidangan berlangsung,” kata Ketua PN Trenggalek.

Namun demikian, pihak JPU tetap dengan tuntutannya. Yang mana sebelumnya JPU menuntut M, dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Sementara F dituntut yang lebih berat, yakni 11 tahun penjara.

Keputusan hakim dalam persidangan ini akan menjadi titik penentu dalam kasus yang telah menyita perhatian publik, mengingat posisi terdakwa sebagai tokoh agama.

Meski pihak kuasa hukum telah mengajukan sejumlah pertimbangan, penentuan akhir terkait vonis masih berada di tangan majelis hakim yang akan mempertimbangkan seluruh aspek yang diangkat selama persidangan.

“Tentu naik itu pihak keluarga dan masyarakat luas menantikan hasil persidangan ini. Semoga keputusannya nanti dapat memberikan keadilan bagi para korban dan semua pihak yang terlibat,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Vonis Masduki Bertambah, Total Hukuman Jadi 11 Tahun Penjara
Pelaku Arisan Bodong Trenggalek Ditangkap, Sempat Kabur ke Timor Leste
Cekcok Ponsel dan Status Nikah Siri, Polisi Ungkap Rangkaian Konflik Video Viral Trenggalek
Pencurian Alfamart Pogalan, Pelaku Bobol Atap dan Gasak Rp12 Juta dari Brankas
Operasi Pekat Semeru 2026 di Trenggalek Sasar Miras, Petasan hingga Judi Online
Update Kasus Penipuan di Trenggalek, Polisi Kejar DPO Pembuat Aplikasi Banking Palsu
Kasus Penipuan di Trenggalek, Iming-Iming Modal Rp50 Miliar Berakhir Rugi Rp160 Juta
Pengacara Awang Minta Putusan Seringan-ringannya Meski Sudah Dituntut 5 Bulan

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 19:08 WIB

Vonis Masduki Bertambah, Total Hukuman Jadi 11 Tahun Penjara

Kamis, 2 April 2026 - 16:08 WIB

Pelaku Arisan Bodong Trenggalek Ditangkap, Sempat Kabur ke Timor Leste

Senin, 2 Maret 2026 - 20:01 WIB

Cekcok Ponsel dan Status Nikah Siri, Polisi Ungkap Rangkaian Konflik Video Viral Trenggalek

Jumat, 27 Februari 2026 - 19:06 WIB

Pencurian Alfamart Pogalan, Pelaku Bobol Atap dan Gasak Rp12 Juta dari Brankas

Rabu, 25 Februari 2026 - 19:06 WIB

Operasi Pekat Semeru 2026 di Trenggalek Sasar Miras, Petasan hingga Judi Online

Berita Terbaru

Suasana hearing dari Forum Masyarakat Trenggalek Bergerak dengan DPRD Trenggalek, Kamis (22/5/2026).

Parlemen

Jalan Ngares Sengon Rusak, DPRD Trenggalek Kawal Janji PUPR

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:01 WIB