Wabah PMK di Trenggalek: 235 Ekor Ternak Terinfeksi, 10 Sapi Mati

Minggu, 12 Januari 2025 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas dari Dinas Peternakan Trenggalek tengah memeriksa sapi peternak. (Doc. Zamz)

Petugas dari Dinas Peternakan Trenggalek tengah memeriksa sapi peternak. (Doc. Zamz)

RagamWarta.com – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Trenggalek terus merebak. Hingga Kamis (9/1/2025), totalnya sudah ada 235 ekor sapi yang dilaporkan terinfeksi PMK.

Data Dinas Peternakan Trenggalek mencatat, 10 ekor sapi telah mati akibat wabah ini, sementara sisanya masih menjalani perawatan.

Wabah PMK pertama kali muncul di Trenggalek pada akhir Desember 2024, dengan 79 kasus awal yang dilaporkan. Dari jumlah tersebut, hanya 15 ekor sapi yang berhasil sembuh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Peternakan Trenggalek, Joko Santoso, mengungkapkan bahwa mayoritas ternak yang terinfeksi masih dalam kondisi sakit.

“Sebanyak 53 ekor masih menderita, 3 ekor dipotong paksa, 5 ekor dijual, dan 3 lainnya mati,” jelas Joko Santoso usai ditemui awak media.

Memasuki Januari 2025, terjadi lonjakan kasus yang signifikan dengan tambahan 156 sapi terinfeksi. Dari total 235 kasus, hanya 9 ekor yang sembuh dalam periode ini, sementara 7 ekor mati, 2 dipotong paksa, dan 6 dijual.

“Sebanyak 132 ekor lainnya masih sakit. Secara keseluruhan, jumlah ternak yang sembuh mencapai 24 ekor, sedangkan 185 ekor lainnya masih terjangkit,” tambah Joko.

Dinas Peternakan Trenggalek mengklaim bahwa pihaknya telah berupaya mengendalikan penyebaran wabah ini.

Langkah-langkah yang dilakukan meliputi edukasi kepada peternak terkait pencegahan dan penanganan PMK, serta pembatasan aktivitas jual beli dan transportasi hewan ternak untuk mengurangi risiko penularan.

Selain itu, Disnak Trenggalek juga mendorong peternak untuk lebih peduli terhadap pentingnya vaksinasi. Meski stok vaksin saat ini kosong, beberapa peternak telah mengambil inisiatif melakukan vaksinasi mandiri.

“Upaya seperti ini sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Kesadaran peternak dalam menjaga kesehatan ternak perlu terus ditingkatkan,” ujar Joko.

Dengan 185 ekor ternak yang masih terinfeksi, wabah PMK di Trenggalek menjadi tantangan besar yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun peternakan itu sendiri.

 

Berita Terkait

Operasi Tumpas Narkoba di Trenggalek Berhasil Bongkar 9 Kasus, 12 Tersangka Diamankan
Pencurian Kotak Amal Trenggalek, Polisi Duga Pelaku Gunakan Pelat Nomor Palsu
Musim Kemarau Tiba, BPBD Trenggalek Mulai Suplai Air Bersih ke Warga Panggul
Cemburu Buta, Pria di Trenggalek Tikam Perawat Usai Bahas Dugaan Perselingkuhan
Suami Istri Curi Motor, Kapolres Trenggalek: Beraksi di Area Persawahan Korbannya Petani
Penemuan Bayi di Desa Banaran, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan
Lahan di Desa Gayam Panggul Kebakaran, Puntung Rokok yang Disalahkan
Perampas Kalung di Trenggalek Berhasil Ditangkap Polisi

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Operasi Tumpas Narkoba di Trenggalek Berhasil Bongkar 9 Kasus, 12 Tersangka Diamankan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Pencurian Kotak Amal Trenggalek, Polisi Duga Pelaku Gunakan Pelat Nomor Palsu

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:03 WIB

Musim Kemarau Tiba, BPBD Trenggalek Mulai Suplai Air Bersih ke Warga Panggul

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:07 WIB

Cemburu Buta, Pria di Trenggalek Tikam Perawat Usai Bahas Dugaan Perselingkuhan

Senin, 27 Juli 2026 - 15:02 WIB

Suami Istri Curi Motor, Kapolres Trenggalek: Beraksi di Area Persawahan Korbannya Petani

Berita Terbaru