RagamWarta.com – Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranu Dikarta pertemukan pimpinan dua perguruan silat yang tengah berseteru dalam insiden perusakan Polsek Watulimo yaitu Pagar Nusa (PN) dan Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti.
“Untuk memperkuat sinergi dalam meredam potensi konflik berkepanjangan, kami mempertemukan kedua pimpinan perguruan silat di Mapolres Trenggalek,” ucap AKBP Indra, Sabtu (25/1/2025).
Dijelaskan Kapolres Trenggalek, dalam pertemuan tersebut kedua organisasi silat menyatakan komitmen mendukung upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sudah berdiskusi dengan pimpinan kedua organisasi. Respons mereka sangat positif dan mereka mendukung penuh langkah-langkah yang kami ambil untuk menegakkan hukum,” ujar AKBP Indra.
Pihaknya juga menyebutkan bahwa komunikasi yang intensif dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan silat menjadi kunci untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
Selain menjalin komunikasi dengan perguruan silat, pihak kepolisian juga menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan damai kepada warga.
“Langkah-langkah itu memiliki tujuan untuk mengimbau seluruh pihak agar menjaga stabilitas dan tidak terprovokasi oleh isu yang dapat memicu aksi anarkis seperti yang terjadi di Polsek Watulimo kemarin,” terangnya.
Sementara itu, pengamanan di wilayah Watulimo dan titik rawan lainnya tetap diperketat dengan menurunkan personel Brimob Polda Jawa Timur. Meski situasi telah dinyatakan kondusif, patroli rutin terus dilakukan.
“Kondisi di Trenggalek saat ini sudah kondusif, tetapi kami tetap meningkatkan kewaspadaan. Kami ingin memastikan keamanan benar-benar terjaga,” tambah Kapolres Trenggalek.
Langkah preventif ini juga diiringi dengan penindakan tegas terhadap para pelaku perusakan Polsek Watulimo. Sebanyak sembilan orang telah diamankan, delapan di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, termasuk satu orang yang diduga menjadi otak penggerak massa.
Kapolres Trenggalek berharap pendekatan kolaboratif ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menciptakan suasana yang aman dan harmonis di Trenggalek.
“Kami percaya dengan kebersamaan, keamanan dan ketertiban dapat terwujud secara berkelanjutan,” pungkas AKBP Indra Ranu Dikarta.






