RagamWarta.com – Sukseskan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB Trenggalek) siapkan berbagai langkah.
Seperti penjelasan Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Trenggalek, Sunarto bahwa saat ini pihaknya telah melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan puskesmas serta laboratorium kesehatan masyarakat.
Selain itu, agar semua kebutuhan PKG yang dimulai pada Februari 2025 berjalan lancar pihaknya juga telah dilakukan pemetaan sasaran PKG, fasilitas kesehatan, alat kesehatan, serta Bahan Medis Habis Pakai (BMHP).
“Kami juga telah menetapkan fasilitas pelayanan PKG serta menyusun SOP layanan. Simulasi pelayanan juga telah dilakukan agar pelaksanaannya nanti berjalan lancar,” ujar Sunarto, Senin (11/2/2025).
Tidak Ada Syarat Khusus, Masyarakat Diimbau Gunakan Aplikasi Satu Sehat Mobile
Sunarto juga menegaskan bahwa PKG terbuka untuk semua masyarakat tanpa syarat khusus. Walaupun demikian, pihaknya menganjurkan masyarakat mengunduh aplikasi Satu Sehat Mobile untuk mempermudah proses pelayanan.
“PKG ini memiliki tiga skema, yaitu PKG saat ulang tahun, PKG di sekolah, dan PKG rutin. Semua orang bisa mengakses layanan ini sesuai skema yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Deteksi Dini Berbagai Penyakit, Mulai dari Kanker hingga Stroke
Sesuai penjelasan Sunarto, PKG dirancang untuk mendeteksi berbagai penyakit sejak dini melalui pemeriksaan menyeluruh yang disesuaikan dengan usia penerima layanan. Pemeriksaan ini mencakup skrining dengan kuesioner, pemeriksaan fisik, serta tes laboratorium.
Beberapa contoh skrining yang dilakukan antara lain:
- Skrining Mandiri : Skrining untuk perokok, kebugaran, tuberculosis (TBC), dan kesehatan jiwa.
- Pemeriksaan Laboratorium : Deteksi hipotiroid kongenital, kadar gula darah, serta penyakit kronis lainnya.
- Skrining Kanker : Pemeriksaan kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker usus.
- Skrining Penyakit Berat : Deteksi dini stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal.
Untuk tahap awal, PKG akan dilaksanakan di puskesmas dan jaringannya. Namun, ke depannya tidak menutup kemungkinan akan diperluas ke fasilitas kesehatan lainnya.
Anggaran Terintegrasi dengan Program ILP dan BPJS
Sunarto menjelaskan bahwa anggaran PKG di Trenggalek diintegrasikan dengan Program Integrasi Layanan Primer (ILP). Pendanaan program ini bersumber dari APBN dan klaim BPJS Kesehatan sesuai kebijakan pemerintah pusat.
“Saat ini, masyarakat sudah mulai memanfaatkan layanan PKG di berbagai tempat seperti puskesmas, posyandu lansia, posyandu remaja, posbindu, serta pemeriksaan rutin di sekolah,” tambahnya.
Sunarto mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan program ini sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit.
“Mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan deteksi dan intervensi dini, hasilnya akan lebih baik. Mari manfaatkan PKG agar hidup lebih sehat,” pungkasnya.






