TRENGGALEK, RagamWarta.co – Seperti inilah buruknya pengerjaan aspal jalur penghubung antara Kecamatan Munjungan dan Kecamatan Panggul tepatnya di jalur Craken – Sobo, pengerjaan aspal dengan milyaran rupiah tersebut tidak bisa menyatu dan sangat berbahaya bagi pengguna jalan bahkan sudah banyak pengguna jalan tergelincir hingga jatuh, karena jalur daerah tersebut berkelok dan naik turun.
Padahal sepekan kemarin masyarakat sekitar sudah melayangkan surat protes ke dewan perwakilan rakyat maupun inspektorat, namun hingga saat ini belum ada tanggapan yang serius dalam hal ini.
Salah satu warga desa setempat Hanung Kurniawan menerangkan bahwa pihaknya kecewa dengan pengerjaan aspal yang ada di desanya tersebut. Sudah sering komplain ke kontraktor, namun hanya alasan demi alasan yang dia didapat.
Hanung menambahkan, bahwa pihaknya juga menemukan beberapa kejanggalan lainnya dalam pengerjaan jalur penghubung antar kecamatan ini. Seperti tidak dipasangnya plakat informasi, pengerjaan hanya dilakukan sore hari, bahkan pengerjaan proyek tidak dilakukan setiap hari.
Ditempat yang sama, Samsul Arifin warga Desa Craken Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek mengaku sudah dua kali mengetahui ada tetangganya yang terjatuh saat melintas di jalur tersebut.
Menurutnya hal ini dangat merugikan masyarakat khususnya warga desa ngadipuro. Medan yang naik turun dan buruknya pengerjaan jalan membahakan pengguna jalan.
Perlu diketahui bahwa proyek pengaspalan ini baru dikerjakan mulai tanggal 30 September kemarin. Dikerjakan oleh PT. RIDLATAMA BANGUN USAHA asal Mojokerto dengan memakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebanyak 10 Milyar lebih.






