TRENGGALEK, RagamWarta.co.id – Kembali terjadi, pekerjaan rekanan di Trenggalek tepatnya pekerjaan tanggul penahan jalan di Dusun Dawuhan Desa Mlinjon Kecamatan Suruh di protes warga. TPJ tersebut baru selesai pdikerjakan sekitar satu bulan, namun kualitas pekerjaan di ketahui warga tidak layak.
Bahkan warga sempat melihat hasil pekerjaan tersebut, namun hasilnya sangat mengecewakan. Material adukan yang terpasang rontok hanya dengan tekanan jari tangan.
Setelah beredarnya protes warga, ada yang mengetahui ada satu pekerja yang sedang membenahi hasil pekerjaan tersebut. Setelah di cek kembali ternyata hasil yang tidak layak tersebut hanya ditutupi atau dibalut dengan semen baru.
Dendik Kuncoro PJ Kepala Desa Mlinjon mengatakan tidak mengetahui bahwa telah ada pekerjaan pembangunan didaerahnya terkait TPJ tersebut. Karena dalam pengerjaannya tidak ada pemberitahuan atau tembusan kepada pemerintah desa.
“Sebelumnya saya tidak tahu bahwa ada pelaksanaan pembangunan disini, jadi mengetahui adanya pembangunan tersebut setelah adanya protes dari warga yang sempat viral tersebut dikarenakan kualitas yang tidak layak,” terang Dendik, Senin (25/11/2019)
Sementara itu, Nursiah warga setempat juga menerangkan bahwa hasil pengerjaan kurang baik. Harapannya, hasil pengerjaan diperbaiki sebaik mungkin, pasalnya jika datang musim penghujan akan merugikan masyarakat sekitar.
“Pekerjaan tersebut terbilang masih baru, namun juga seperti itu tidak layak. Kami berharap semoga bisa diperbaiki kembali agar kuat. Karena juga sebagai diding sungai,” pintanya
Sesuai bor yang terpasang, diketahui pekerjaan tersebut melalui satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan nilai kontrak sekitar Rp 135 juta.
Pekerjaannya sendiri dimulai pada 29 juli hinggga terselesaikan pada tanggal 11 oktober 2019 dan dikerjakan oleh CV. Lumintu Jaya Abadi dengan pengusul pekerjaan dari pelaksanaan program pokok pikir (pokir).






