TRENGGALEK, RagamWarta – Puluhan Kelompok tani Desa Masaran dan Desa Munjungan Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek datangi kantor DPRD Kabupaten Trenggalek guna menyuarakan terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi di daerahnya.
Para petani merasa kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi selama tiga bulan terakhir, sehingga hal ini dikhawatirkan mengganggu produktivitas tanaman petani, karena telah memasuki tiga minggu masa tanam.
Baca juga : Empat Status Jalan Trenggalek Dialihkan ke Provinsi
Sunoto perwakilan Poktan Desa munjungan menjelaskan, kedatangannya ke kantor dewan bersama among tani dalam rangka silaturahmi tani darurat atau Silatda untuk meminta kejelasan terkait terjadinya kelangkaan pupuk saat ini.
Menurut sunoto ada 63 perwakilan kelompok tani yang mengeluh terjadinya kelangkaan pupuk saat ini, dimana setiap kelompok membawahi 20 hingga 25 hektar dan minimal kelompok tani membutuhkan 10 sampai 20 ton pupuk.
Baca juga : Pesisir Selatan Trenggalek Bakal Dibangun Terminal Tipe B
Sunoto menambahkan, melihat keadaan yang terjadi saat ini para petani di Desa Munjungan hingga menangis di lahan sendiri karena tidak ada pupuk.
Untuk itu Sunoto berharap setelah kedatangannya ke kantor DPRD Trenggalek bisa menjawab semua keluh kesah yang dialami para petani dan bakal menunggu janji distributor untuk segera mengirim pupuk.
Baca juga : Terima Hearing Poktan, Komisi II Akan Segera Atasi Kelangkaan Pupuk di Trenggalek






